Banjir bandang pada Jumat, 21 maret 2026, tidak saja membuat jalan putus dan warga desa di Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terisolir.
Namun pasca banjir, dampaknya sangat dirasakan warga Desa Masebewa, Kecamatan Paga. Belasan hektar sawah di sepanjang bantaran kali Lowo Regi hingga ke Dusun Wara Wari, rusak berat.
Padi berumur satu bulan ini, sebagian terbawa arus air dan ada yang tertimbun material banjir berupa pasir dan lumpur.
“Padi ini baru berumur 1 bulan. Kemarin banjir datang, semuanya rusak,” ungkap Kristina Natalia, salah petani saat didatangi Kaddes.net, Minggu, 22 maret 2026 petang.
Sambil menatap padi yang tertimbun material banjir dengan penuh pasrah, dia berharap perhatian dari pemerintah untuk bisa memberikan bantuan tangkap darurat.
“Kalau bisa, pemerintah tolong bantu bibit baru, biar kami tanam lagi. Agar bisa menjadi sumber makanan bagi kami,” pinta Natalia.
Selain Natalia, Petrus Rutu mengalami dampak banjir. Belasan bedeng yang ditanami sayur mayur pun terbawa banjir.
“Sayur di bedeng ini pun habis pak. Rumah saya tergenang banjir kemarin,” tuturnya.
4 Rumah dan 15 Hektar Sawah Rusak

Dampak bencana banjir yang terjadi langsung direspon pihak Pemerintah Desa Masebewa dengan melakukan pendataan.
Tidak saja dua crosway yang putus akibat banjir, namun sejumlah kerusakan dialami masyarakat, seperti rumah, persawahan.
“Dampak banjir yang terjadi menyebabkan 4 rumah warga dan 15 hektar sawah rusak seketika,” kata Kepala Desa Masebewa, Geradus Erasmus.
Ia menuturkan, dampak banjir yang terjadi telah dilaporkan ke pihak pemerintah kabupaten Sikka untuk ditindaklanjuti dalam penanganan pasca bencana.
Sementara itu, Yosep Rikardus, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Sikka yang meninjau lokasi banjir mengatakan, akan menindaklanjuti kondisi yang terjadi untuk ditangani dalam waktu dekat.

“Tadi tim kita sudah melihat langsung kondisi yang terjadi. Dan kita akan laporkan ke pimpinan untuk diambil keputusan dalam penanganan bencana yang terjadi,” tandasnya.*
Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint
