Basarnas Maumere Kerahkan Personel Terbaik dan Perahu Karet Amankan Peziarah Semana Santa di Larantuka

Basarnas Maumere Siaga Kawal Prosesi Laut Perayaan Semana Santa di Larantuka

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere menurunkan 13 personel terbaik dalam perayaan Semana Santa Tahun 2026 di Kota Larantuka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, S.E.,M.Si mengatakan personel yang diterjunkan ini merupakan personel terlatih yang secara khusus melakukan pertolongan kedaruratan di air, evakuasi medis dan penanganan kecelakaan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap kegiatan perayaan berlangsung aman,,” ungkap Fatur Rahman.

Fatur Rahman menjelaskan para personil ini dilengkapi dengan alut laut berupa Rigid Inflatbale Boat atau Perahu bertabung karet yang struktur keras di bagian dasarnya dan Rubber Boat atau perahu karet.

Fatur Rahman mengatakan pengerahan personil dan peralatan angkutan laut ini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko bagi peziarah dan wisatawan yang mengikuti perayaan Semana Santa khususnya pada prosesi laut.

Fatur Rahman menjelaskan personel Basarnas ditempatkan di jalur prosesi utama, gereja-gereja besar, serta lokasi wisata yang berpotensi padat pengunjung.

“Selain itu, tim SAR juga dilengkapi peralatan darurat lainnya untuk antisipasi situasi tidak terduga,” jelas Fatur Rahman.

Secara teknis, kata Fatur Rahman dalam pelaksanaan di lapangan Tim Basarnas bekerja sama dengan Polres Flores Timur, TNI AL, Polairud Larantuka, BPBD Flores Timur, PMI, KSOP dan pihak keamanan setempat.

“Posko darurat didirikan di beberapa titik strategis untuk memudahkan koordinasi dan penanganan cepat jika terjadi insiden,” ungkap Fatur Rahman.

Fatur Rahman menjelaskan selain pengamanan fisik, Basarnas memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung terkait langkah-langkah keselamatan.

“Seperti mematuhi rambu peringatan, menjaga jarak di kerumunan, dan segera melapor ke posko jika menemukan situasi darurat,” papar Fatur Rahman.

Semana Santa yang Mendunia

Perayaan Semana Santa di Kota Larantuka merupakan perpaduan dari tradisi Katolik dan budaya Lamaholot. Tradisi ini telah hidup selama 500 tahun. Sejak, adanya pengaruh Portugis di wilayah Larantuka.

Semana Santa sendiri berarti Pekan Suci istilah yang berasal dari bahasa Portugis. Perayaan ini dijalankan sebagai rangkaian disiplin yang dimulai selama sepekan mulai dari perayaan Minggu Palma hingga Paskah.

Adapun salah satu rangkaian acara Semana Santa ini alah prosesi laut dimana terdapat ribuan peziarah dan wisatawan akan mengarak ‘Tuan Meninu’ atau ‘Patung Yesus Tersalib’ dari pesisir pantai Kota Rowido ke Larantuka mengikuti jalur Laut.

Fatur Rahman berharap kehadiran Basarnas diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan atau insiden yang tidak diinginkan.

“Selama pelaksanaan Siaga SAR Khusus Semana Santa berjalan dengan aman dan terkendali,” tutup Fatur Rahman.

Tradisi Semana Santa dikenal sebagai salah satu perayaan keagamaan terbesar di Nusa Tenggara Timur dan telah mendunia.

Silvester Ongo Toa Kabelen, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Flores Timur mengatakan tradisi Semana Santa di Larantuka telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Nasional.

“Setelah melalui riset dan verifikasi lapangan oleh tim ahli kementrian kebudayaan, akhirnya pada tanggal 10 Oktober 2025, Semana Santa telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” jelas Silvester.

Selanjutnya, kata Silvester, Disparbud Flotim akan memproses usulan kepada Kementerian Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

“Kita akan bersurat untuk lanjutkan ke UNESCO. Kita tunggu jawaban dokumen apa saja atau persyaratan apa saja kita lengkapi untuk usulan ke UNESCO,” tutup Silvester.

Tradisi ini kini menjadi magnet peziarah dan wisatawan tak hanya di dalam negeri. Ratusan, peziarah asing juga mengikuti kegiatan prosesi ini. *

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *