Petani Sikka Membuat Pupuk Bokashi dan Pupuk Cair Organik

Petani Sikka Membuat Pupuk Bokashi dan Pupuk Cair Organik

Sebanyak 32 petani di Desa Napun Gera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, NTT, mengikuti praktek pembuatan pupuk bokashi dan pupuk cair. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman pertanian maupun holtikultura.

Para petani ini tergabung dalam dua kelompok. Masing-masing Kelompok Tani Bhoka Muri dan Kelompok Tani Tau Tei.

Mereka merupakan kelompok tani dampingan Wahana Tani Mandiri (WTM) bersama Aliansi Kolibri. Praktek pembuatan pupuk bokashi dan pupuk cair di rumah pupuk di Kampung Woloboa.

Para petani menggunakan bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan, dan lainnya yang ada di sekitar kebun sebagai persiapan penanaman tanaman Nilam dan Hortikultura melalui Program Regeneratif Agriculture (RA).

“Petani sering mengalami kendala produktifitas tanaman akibat kurangnya pupuk dan serangan hama,” kata Martinus Maju, salah satu staf WTM saat memberikan pelatihan pekan lalu.

“Padahal, alam sekitar kita menyediakan banyak material yang bisa diolah menjadi pupuk dan pestisida,” tambah dia.

Petani Sikka Membuat Pupuk Bokashi dan Pupuk Cair Organik

Martinus menjelaskan, pupuk bokashi dan pupuk cair organik, selain diproduksi menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat karena tersedia di sekitar kebun petani, proses pembuatannya pun sangat mudah dan praktis

“Untuk itu, hanya membutuhkan pelatihan, pendampingan dan konsistensi dalam pengembangannya,” papar Tinus.

Pupuk Bokashi urai Tinus, sangat aman digunakan bagi tanaman dan tidak berpengaruh negatif terhadap manusia.

Selain itu pula, tidak hanya untuk tanaman perkebunan. Pupuk bokashi organik dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman pangan dan hortikultura.

“Sementara, pupuk cair, meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar dan tunas, serta mempercepat pembuahan karena kaya unsur hara makro/mikro,” jelas Tinus.

“Memang, upaya pengembangan organik kadang terhambat dengan pola pertanian yang didorong oleh pemerintah. Bantuan pupuk dan pestisida kimia kepada kelompok tani secara sengaja berdampak pada keberlanjutan usaha tani,” ungkapnya.

Harus Terus Digaungkan

Direktur WTM, Carolus Winfridus Keupung, mengatakan, selama ini WTM terus bergerak mendampingi dan mengkampanyekan pertanian organik.

Pertanian organik bukan hanya murah, sehat untuk tubuh dan tanah namun juga sangat tepat mengatasi dampak perubahan iklim saat ini.

Petani Sikka Membuat Pupuk Bokashi dan Pupuk Cair Organik

Untuk itu, pendampingan, pelatihan, advokasi serta kampanye media organis harus terus digaungkan.

“Dengan membuat dan menggunakan organik, biaya produksi dapat ditekan, mengingat bahan baku dalam pembuatannya mudah didapatkan. Pertanian organik juga sehat dan cocok untuk adaptasi perubahan iklim saat ini,” terang Win Keupung, begitu sapaannya.

Ia menuturkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama petani, WTM mendorong petani untuk mampu mengetahui dan menyadari perbedaan dan dampak penggunaan pupuk dan pestisida organik dan kimia.

“Petani dampingan WTM saat ini mempraktekan pola pertanian organik dalam usaha taninya. Ini juga sebagai salah satu strategi dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang terjadi,” papar Win.

Lanjut Win, tentu saja, tidak hanya dalam memproduksi, petani juga memerlukan pendampingan dalam mengaplikasikan pupuk bokashi dan pupuk cair organik di kebunnya masing-masing.

“Pola pendampingan kunjungan kebun yang dilakukan oleh staf WTM sangat membantu aktifitas praktek petani di kebun. Dengan begitu, penggunaan pupuk bokashi dan pupuk cari organik dapat digunakan secara efektif dan efisien,” tandasnya.

Sementara itu, Henderikus Hende, salah satu kader tadi Desa Napu Gera mengakui adanya manfaat positif dalam praktek pembuatan pupuk bokashi dan pupuk cair ini.

“Kurangnya pengetahuan petani akan perkembangan sistem pertanian membuat ketergantungan petani sangat tinggi terhadap pupuk dan pestisida kimia,” ungkap Hende.

Manfaat Pupuk Bokashi

Sebagaimana diketahui, pupuk bokasi mempunyai banyak manfaat. Adapun manfaat pupuk Bokashi: Memperbaiki Struktur Tanah: Membuat tanah lebih gembur, tidak lengket saat basah, dan tidak keras saat kering.

Meningkatkan Kandungan Organik: Menambah unsur hara dan bahan organik tanah. Meningkatkan Aktivitas Biologis: Mempercepat penguraian dan meningkatkan mikroorganisme tanah yang menguntungkan.

Petani Sikka Membuat Pupuk Bokashi dan Pupuk Cair Organik

Meningkatkan Retensi Air: Membantu tanah menahan air lebih lama. Mengolah Limbah: Mengubah limbah rumah tangga/hijau menjadi kompos secara cepat.

Manfaat Pupuk Organik Cair

Sementara manfaat utama pupuk organik cair: Nutrisi Cepat Diserap: Unsur hara dalam POC sudah terlarut, sehingga lebih cepat diserap tanaman (short acting) dibandingkan pupuk padat.

Memperbaiki Struktur Tanah: Mampu memperbaiki fisik, kimia, dan biologi tanah, membuatnya lebih gembur, memiliki aerasi dan drainase baik, serta meningkatkan mikroorganisme menguntungkan.

Meningkatkan Hasil Panen: Merangsang pertumbuhan vegetatif, meningkatkan pembentukan bunga/buh, serta meningkatkan kualitas hasil panen.

Meningkatkan Imunitas Tanaman: Membantu tanaman lebih tahan terhadap stres lingkungan, kekeringan, dan serangan patogen.

Ramah Lingkungan dan Ekonomis: Aman digunakan jangka panjang, tidak merusak tanah, serta dapat dibuat dari bahan limbah organik rumah tangga/pertanian.

Mengatasi Defisiensi Hara: Sangat efektif untuk mengatasi kekurangan unsur hara pada tanaman dengan cepat. *

Penulis: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *