BPBD Sikka Bersama Warga Perbaiki Ruas Jalan Putus Akibat Banjir Bandang Secara Swadaya

BPBD Sikka Bersama Warga Perbaiki Ruas Jalan Putus Akibat Banjir Bandang Secara Swadaya. (Foto: kaddes.net/tata Shinto)

Banjir bandang mengakibatkan akses jalan bagi warga 10 desa di Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terputus.

Pasca kejadian, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka merespon cepat. Itu terlihat pada Selasa, 24 Maret 2026.

Suasana di sungai Lowo Regi, Kecamatan Paga hari itu juga dipadati warga Desa Masebewa dan Desa Renggarasi. Mereka bersama Tim BPBD, Tagana dari Dinas Sosial turun bergotong royong.

Mereka mengumpulkan bebatuan dari tepian sungai, memikul dan menimbun sejumlah titik jalan berlubang yang putus akibat terjangan banjir bandang.

Tak hanya itu, mereka juga bahu membahu membuat campuran material pasir dan semen lalu mengecor jalan yang putus.

“Ini inisiatif bersama warga sekitar. Secara swadaya kami memperbaiki ruas jalan putus yang berada di tengah aliran sungai Lowo Regi,” ungkap Yosep Rikardus, Kabid Tanggap Darurat BPBD Sikka, disela kegiatan.

BPBD Sikka Bersama Warga Perbaiki Ruas Jalan Putus Akibat Banjir Bandang Secara Swadaya. (Foto: kaddes.net/tata Shinto)

Dia menjelaskan, perbaikan secara swadaya tersebut dilakukan agar masyarakat khususnya yang bermukim di seberang sungai dan juga warga 10 desa di Kecamatan Tanawawo bisa melintas melakukan aktivitas sehari-hari.

“Sebelumnya saat terjadi banjir bandang, aktivitas masyarakat desa termasuk pasien yang hendak dirujuk ke Maumere harus bertaruh nyawa melintasi derasnya banjir,” terang Yosep.

“Ruas jalan Lowo Regi merupakan satu-satunya akses jalan bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat 10 desa di Tanawawo. Ada alternatif jalan tapi jaraknya sangat jauh. Dan itu harus melewati wilayah Kabupaten Ende,” lanjutnya menjelaskan.

Yosep menuturkan, walau telah dilakukan tindakan darurat secara swadaya, Pemerintah Kabupaten Sikka saat ini tengah melakukan koordinasi agar dalam jangka panjang, dua lokasi terputus ini bisa dibangunkan jembatan permanen.

“Pemkab Sikka saat ini tengah berkoordinasi dengan BNPB maupun Kementerian PU, agar bisa membangun dua jembatan permanen di wilayah ini, sehingga aktivitas warga lebih nyaman,” tambahnya.

BPBD Sikka Bersama Warga Perbaiki Ruas Jalan Putus Akibat Banjir Bandang Secara Swadaya. (Foto: kaddes.net/tata Shinto)

Sementara itu, Camat Kecamatan Tanawawo, Jhon Oriwis mengatakan terima kasih kepada masyarakat Masebewa dan BPBD yang berpartisipasi secara swadaya memperbaiki jalan yang putus tersebut.

“Terima kasih untuk warga Desa Masebewa bersama BPBD dan Tagana Sikka yang telah perbaiki jalan rusak untuk masyarakat kami di Tanawawo,” ungkapnya disela kegiatan bersama warga tersebut.

Oriwis berharap, ke depan bisa dibangunkan dua jembatan permanen di aliran sungai Lowo Laka dan Lowo Regi.

“Sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat bisa berjalan dengan baik, tanpa bertaruh nyawa di sungai,” tutup dia. *

Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *