Desa Pedalaman di Sikka Terisolir Akibat Banjir dan Jalan Putus–‘Kami Minta Bangunkan Jembatan”

Desa Pedalaman di Sikka Terisolir Akibat Banjir dan Jalan Putus

Hujan deras selama dua jam, Jumat, 20 Maret 2026 siang menyebabkan banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT),

Banjir terjadi karena meluapnya sungai Lowo Regi dan Lowo Laka di Desa Masabewa, Kecamatan Paga.

Kondisi ini membuat akses jalan dari dan menunju 10 desa di wilayah Kecamatan Tanawawo, rusak parah dan nyaris putus.

“Crosway Lowo Regi di Desa Masebewa putus karena banjir hari Jumat sore. Ini adalah akses utama bagi kami di Kecamatan Tana Wawo,” kata Camat Tanawawo, John Oriwis NS dari lokasi kepada Kaddes.net, Sabtu, 21 Maret siang.

Jhon Oriwis menjelaskan, putusnya akses jalan tersebut mengakibatkan 10 desa di Kecamatan Tanawawo, terisolir.

Menurut Jhon Oriwis, ruas itu merupakan satu-satunya akses jalan dari dan ke wilayah Kecamatan Tanawawo, di pedalaman Kabupaten Sikka.

“Kalau sudah terisolir, aktivitas perekonomian warga dari Maumere dan sebaliknya dari Tanawawo lumpuh total,” terangnya.

Pasien Rujukan Digotong

Desa Pedalaman di Sikka Terisolir Akibat Banjir dan Jalan Putus. (Foto: kaddes.net/tata Shinto)

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Tanawawo, selain aktivitas ekonomi, saat kejadian juga berdampak pada akses pelayanan kesehatan.

Seorang pasien dari Puskesmas Wolofeo yang dirujuk ke Rumah Sakit TC. Hillers Maumere, terpaksa digotong melewati arus banjir di sungai Lowo Regi dan Lowo Laka.

“Tadi malam rujukan pasien dari Puskesmas Wolofeo ke rumah sakit daerah harus dilakukan estafet,” sebut Jhon Oriwis.

“Dari puskesmas dengan mobil pick up, sampai Lowo Regi pasien digotong pindah mobil yang menunggu diseberang aliran sungai,” lanjut dia.

Jhon Oriwis menuturkan, kejadian bencana banjir dan jalan putus ini telah dilaporkan ke Bupati Sikka dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mendapatkan penanganan.

Bangun Jembatan

Desa Pedalaman di Sikka Terisolir Akibat Banjir dan Jalan Putus

Sebelum putus, dua crosway yang berada di aliran sungai Lowo Regi dan Lowo Laka ini sudah dalam kondisi rusak parah.

Kerusakan sudah berlangsung belasan tahun. Namun hingga kini tidak mendapatkan perhatian untuk diperbaiki ataupun membangun ulang.

“Setiap musim hujan pasti banjir dan membuat ruas jalan ini rusak. Dan itu sejak belasan tahun terakhir,” kata Yan Wula, warga Desa Tuwa, Kecamatan Tanawawo.

Yan Wula meminta pemerintah daerah membangun jembatan permanen. Karena dua lokasi ini berada dalam wilayah Kecamatan Paga, namun sangat berdampak pada warga Kecamatan Tanawawo.

“Karena lokasi yang rusak merupakan akses jalan satu-satunya yang selalu padat dengan mobilitas perekonomian masyarakat,” katanya.

Yan Wula mengaku, setiap Musrembang tingkat desa maupun kecamatan, kerusakan jalan tersebut selalu menjadi agenda pembahasan untuk segera mendapatkan perhatian pemerintah kabupaten.

Akan tetapi hasil yang dihadapkan masyarakat tidak pernah mendapatkan langkah responsif dengan memperbaikinya.

“Kami masyarakat minta bangunkan jembatan. Kerusakan tidak hanya terjadi saat banjir, namun saat musim kemarau pun kondisi jalan tetap rusak. Dan tidak pernah diperhatikan,” pintanya. *

Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *