Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada Bahaya Banjir Lahar Dingin

Gunung Lewotobi laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT (Foto: Sutomo Hurint/Kaddes.net)

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada Senin, 23 Maret 2026 pagi.

Erupsi ini terjadi pada Pukul. 09.47 Wita, pagi. Data erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi ± 2 menit 39 detik.

Tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1.984 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Timur Laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) mengimbau agar masyarakat di sekitar kaki Gunung Lewotobi Laki-laki tetap mewaspadai potensi banjir lahar dingin, apa bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Adapun, wilayah yang diimbau untuk selalu waspada adalah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote.

“Masyarakat yang berada di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki dihimbau selalu waspada terhadap banjir lahar dingin jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” tulis PVMBG, dalam Press release yang diterima media Kaddes.net pada Senin, 23 Maret 2026, siang.

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, diharapkan tetap memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Selain itu, masyarakat dan para pengunjung atau wisatawan juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki .

Bahaya Banjir Lahar Dingin 

Imbauan bahaya Banjir lahar dingin ini sejalan dengan hasil riset yang dilakukan oleh PVMBG yang dilakukan pada Juli 2025.

Dimana, dalam hasil riset tersebut terungkap bahwa terdapat 3 juta ton kubik lebih abu vulkanik yang berada di atas puncak Gunung Lewotobi laki-laki.

“Abu vulkanik yang berada di atas puncak yang sifatnya seperti semen yang mana jika terjadi hujan akan melelehkan abu vulkanik dan menimbulkan banjir lahar dingin,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Flotim, Petrus Pedo Maran, dalam rapat prognosis pemerintah dan DPRD Flotim pada Senin, 8 September 2025 di Kantor Bale Gelekat Lewotana.

Petrus mengatakan untuk banjir lahar dingin ini tidak ada pilihan lain selain mengimbau masyarakat agar keluar dari Kawasan Rawan Bencana (KRB).

“Nah, terkait dengan kondisi ini, kami sudah mengirimkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan pada malam hari,” tutup Petrus. *

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *