Sejak Indonesia merdeka hingga kini, Desa Nila dengan jumlah penduduk mencapai 1.500 jiwa yang tersebar di 4 dusun dalam wilayah Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum menikmati arti kemerdekaan.
Kondisi ini terlihat dalam minimnya pembangunan sarana prasarana maupun infrastruktur berupa jalan dan jembatan.
Desa Nila yang berada di bagian selatan Pulau Flores ini, belum memiliki akses jalan, transportasi dan sarana telekomunikasi yang layak sebagaimana warga desa di Kabupaten Ende umumnya.
Jika warga hendak bepergian ke ibukota kabupaten atau sebaliknya, mereka berjalan kaki menuju bibir pantai selatan dengan penuh kehati-hatian jika tidak maka akan menyebabkan kecelakaan karena tebing yang curam dihiiasi bebatuan tajam dan berlicin.

Tidak sampai disitu saja, warga pun harus bertaruh nyawa dengan ganasnya ombak pantai selatan dengan menunggu waktu yang tepat agar bisa naik ke sampan untuk dibawah ke perahu motor. Jika salah perhitungan saat melompat ke perahu, nyawa jadi taruhannya karena kedalaman laut di lokasi itu mencapai 60 meter.
“Jalur laut inilah yang menjadi satu-satunya akses agar warga bisa berangkat ke ibukota kabupaten ataupun sebaliknya. Dan ini sudah berlangsung selama 80 tahun Indonesia Merdeka,” tutur Aleksander Sado, Kepala Desa Nila beberapa waktu lalu.
Menurut dia, di wilayah Desa Nila, Pemerintah Kabupaten pernah membuka ruas jalan sepanjang 4 kilometer sejak 15 tahun lalu, namin tidak pernah dilanjutkan kembali.
Warga sudah berulang kali menyuarakan aspirasi melalui musyawarah desa, Musrenbangcam, hingga surat resmi kepada Bupati.namun harapan itu tak kunjung datang hingga kini.
Selain akses jalan dan transportasi, masyarakat Desa Nila juga belum menikmati fasilitas listrik negara dan telekomunikasi. Pemerintah desa hanya mampu mengadakan empat unit mesin genset untuk empat dusun, dengan operasional terbatas dari pukul 18.00 hingga 21.00 WITA setiap malam.
“Lantaran minimnya akses jalan dan listrik, banyak ibu hamil mengalami keguguran akibat sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan,” kisahnya.

Dirinya bersama masyarakat Desa Nila mengharapkan perhatian pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo bisa memberikan keadilan dalam bidang pembangunan, agar bisa menikmati arti kemerdekaan sebagaimana warga negara lainnya di seantero Nusantara. * (Tim Redaksi).
