Musim kemarau tahun 2026 menyisihkan persoalan serius bagi warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Seperti yang dialami warga Dusun Magelo’o, Desa Rerojoja, Kecamatan Magepanda yang tinggal bukit dan bersebelahan dengan aliran sungai Magepanda.
Setiap pagi dan petang, masyarakat di dusun ini selalu memadati bantaran sungai untuk mengambil air yang digunakan khusus untuk minum dan memasak.
Di bantaran sungai, warga membuat kubangan-kubangan kecil sebagai sarana untuk menampung air. Biasanya kubangan yang dibuat ini dibiarkan selama 24 jam agar air yang ditampung kelihatan bersih.
Dari kubangan yang dibuat, dengan sejumlah jerigen yang dibawah dari rumah, warga pun berantrian untuk menggayung air dan mengisinya.
“Kami terpaksa ambil air dari kubangan ini hanya untuk minum dan masak karena tidak ada sumber air bersih di sini,” ungkap Maria Maslinda, warga Rt 01 Dusun Magelo’o saat dihampiri kaddes.net, Kamis petang.
Menurut dia, kondisi ini dilakukan lantaran sumber air bersih di dusun mereka tidak ada. Yang ada hanyalah bangunan sumur bor yang tidak berfungsi karena mengalami kerusakan dan tidak pernah diperbaiki.
“Kalau saat musim hujan, kami tidak bisa ambil air di sungai ini, kami biasanya harus minta air dari salah satu sumur milik warga tapi harus membeli pulsa listrik agar kami bisa mendapatkan air,” paparnya.
Kondisi yang dialami warga pun diakui Apolonaris Yulianus, staf Aparatus Sipil Negara yang bertugas di Kecamatan Magepanda.
“Setiap pagi dan petang, air kubangan ini menjadi sumber air untuk kehidupan warga,” terang Apolonaris.
Ia menuturkan, untuk wilayah Rt 01, terdapat 11 kepala keluarga tinggal di perbukitan yang cukup terjal, sehingga kesulitan untuk membuat sumur sebagai sarana penyediaan air bersih di rumah-rumah warga.
“Sumur mereka tidak ada. Di sini memang ada sumber air bor, namun sejak sepuluh tahun terakhir tidak berfungsi lagi karena rusak. Akibatnya warga harus mengambil air di kubangan seperti saat ini,” tegasnya.
Ia berharap, kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dengan menyediakan mesin pompa air yang baru agar bisa digunakan warga untuk mendapatkan air bersih yang nantinya selain digunakan untuk minum dan masak, juga untuk kebutuhan lainnya.*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
