Keluarga Bharatu Valdo: Jangan Anggap Kami Orang Kecil, Usut Tuntas Motif Pembunuhan

Karangan bunga duka cita untuk almarhum Bharatu Laurentinus Valdo Fernandez Lewai yang dipajang di rumah duka

Keluarga almarhum Bharatu Laurentinus Valdo Fernandez Lewai menuntut Polri mengungkap secara transparan motif dan kronologi pembunuhan Bhayangkara muda asal Flores Timur itu.

Hal itu ditegaskan dua perwakilan keluarga, Yohanes Fernandez Lewai dan Fransiskus Ola Key, di rumah duka, Sandominggo, Kecamatan Larantuka pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Yohanes Fernandez Lewai, keluarga dekat almarhum, mempertanyakan pernyataan bahwa Valdo dibunuh saat sedang tidur di Pos Damkar.

“Waktu itu saya sempat nanya sama atasan sendiri bahwa Valdo itu dibunuh di pos damkar dalam keadaan tidur. Dan informasi saya dengar bahwa pelakunya itu menyerahkan diri langsung ke polisi. Jadi apakah segampang itu?” ujar Yohanes dengan nada kecewa.

Menurut Yohanes, tugas kepolisian tidak boleh selesai hanya karena pelaku sudah ditahan dan jenazah sudah diantar sampai ke rumah duka.

“Jadi jangan sampai dari kepolisian bahwa pelakunya sudah ditahan terus dari kepolisian ngantar almarhum sampai ke rumah terus tugas selesai. Tugas intinya bukan itu,” tegasnya.

Yohanes Fernandez Lewai, Keluarga dekat almarhum Bharatu Laurensius Valdo Fernandez Leway

“Harus kami keluarga dapat keterangan apa motifnya. Kalau bisa langsung transparan. Biasanya kalau tidak dikawal ya hilang-hilang gitu saja kan,” lanjutnya.

Yohanes meminta Polri tidak menganggap remeh keluarga korban hanya karena berasal dari kampung kecil.

“Jangan menganggap bahwa kami orang kecil terus ini dianggap sepele, dianggap biasa. Jangan sampai,” katanya.

Ia khawatir jika kasus ini dibiarkan menguap, akan merusak kepercayaan generasi muda Flores untuk mengabdi sebagai anggota Polri dan TNI.

“Jangan sampai ada generasi-generasi yang akan datang takut masuk polisi, takut masuk TNI cuma gara-gara kasus-kasus seperti ini terulang, terulang, terulang terus dan akhirnya ya hilang begitu saja,” ujarnya.

Bagi keluarga, kepergian Valdo adalah pukulan paling berat. Almarhum adalah anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara, pembawa marga keluarga.

“Ini anak laki-laki satu-satunya. Orang Flores ya, orang Flores anak laki-laki itu sama dengan orang Batak ya Pak, pembawa marga. Balik lagi ini anak laki-laki satunya, satu-satunya berarti dia pembawa marga. Kalau sudah seperti ini berarti selesai sudah,” katanya lirih.

Senada, Fransiskus Ola Key yang juga mewakili keluarga korban menegaskan tuntutan keluarga hanya satu, kasus diusut tuntas.

“Jadi tuntutan dari keluarga sampai dengan detik ini karena kita belum tahu persis kronologis daripada peristiwa kematian ini, maka kita dari keluarga mengharapkan agar kematian dari anak bisa diusut tuntas,” kata Fransiskus.

Fransiskus Ola Key, Keluarga besar almarhum Bharatu Laurentinus Valdo Fernandez Lewai

Keluarga, masih mempertanyakan terkait jumlah pelaku. Menurut keluarga pelaku bisa lebih dari satu orang.

“Antara siapa yang bunuh dan menurut keyakinan keluarga bahwa pembunuh ini kalau satu orang itu memang masih menjadi pertanyaan besar,” tegasnya.

Fransiskus mengatakan hal itu sudah ia sampaikan langsung di hadapan Kapolres Flores Timur dan pejabat yang mewakili Polri dari pusat yang datang ke rumah duka.

“Kita mengharapkan. Hal ini saya sampaikan juga tadi di hadapan Kapolres dengan pejabat yang mewakili Polri dari pusat,” pungkasnya.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *