143 Kali Gempa Guncang Adonara, 258 Bangunan Rusak Ribuan Jiwa Mengungsi

Rumah warga di desa Terong, Adonara Timur rubuh karena gempa

Hingga kini, Sabtu, 11 April 2026 gempa susulan terus guncang wilayah Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data yang dirilis pada laman resmi X-Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak Rabu, 8 April hingga Sabtu, 11 April 2026, terhitung sudah terjadi 143 kali gempa mengguncang wilayah tersebut.

Terakhir, gempa terjadi pada pukul 12:19 WIB. Kekuatan gempa 2,6 magnitudo. Titik episenter gempa bumi terletak di 8.45 LS, 123.17 BT atau sekitar 27 km, arah Tenggara dari kota Larantuka dengan kedalaman 6 KM.

Hasan Mahi, warga Kampung Aukoli, Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur mengatakan pada Sabtu, 11 April 2026 terjadi 5 kali guncangan gempa.

“Sejak jam 5 pagi tadi, hingga siang ini sudah 5 kali gempa,” ungkap Hasan kepada kaddes.net.

Gempa susulan yang tak ada henti ini menimbulkan semakin banyak bangunan rumah warga dan Fasilitas umum yang rusak.

“Rumah saya pada gempa yang pertama, hanya slot atas rumah saja yang runtuh. Semua masih dalam kondisi baik, namun gempa yang terjadi, Kamis kemarin, tembok dapur belakang rumah roboh,” tutur Hasan.

Hasan mengatakan saat ini Ia bersama keluarga besarnya tidur di tenda darurat, lantaran tembok rumahnya kian banyak mengalami keretakan.

“Kita mau tinggal di dalam tapi tembok rumah sudah banyak yang retak. Berbahaya, kalau gempa susulan lagi, tembok yang retak bisa runtuh, kasihan anak-anak,” tutur Hasan.

Tenda yang ditempati Hasan adalah tenda yang dibangun secara gotong royong bersama para tetangganya.

“Saya tinggal di tenda ini. Ada tiga KK yang tinggal disini. Kemah ini kita bangun secara swadaya warga kami disini,” tutur Hasan.

Bangunan Rusak dan Ribuan Warga Mengungsi

Dalam data yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak delapan desa di dua Kecamatan, terdampak dari gempa ini.

Desa-desa tersebut adalah Desa Terong, Lamahala jaya, Dawatan, Karinglamalouk, Waiwerang, Desa Ipi Ebang di Kecamatan Adonara Timur, serta Desa Moton Watan dan Wato Buku di Kecamatan Solor Timur.

Jumlah bangunan rumah warga yang rusak kini bertambah. Dimana, sebelumnya terdapat 92 unit, sekarang bertambah menjadi 248 unit rumah warga yang rusak.

Sedangkan, fasilitas umum yang rusak sebelumnya dilaporkan hanya 2 unit kini bertambah menjadi 10 unit. Diantaranya: 2 Mushola, 1 Masjid, dan 5 Gedung Sekolah, serta 2 fasilitas umum lainnya ikut rusak.

Dampak gempa ini menyebabkan 285 Kepala Rumah Tangga atau 1.313 Jiwa mengungsi dan tinggal di tenda-tenda pengungsian.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *