Gempa bumi kembali mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 10 April 2026 pukul 13.39 WITA. Kali ini berkekuatan 3,8 Magnitudo.
Gempa yang titik pusatnya berjarak 19 kilometer dari Kota Larantuka dengan kedalaman 3 kilometer ini sangat terasa di Pulau Adonara.
Guncangan gempa yang cukup kencang ditengah warga Desa Terong beristirahat siang di tenda depan rumah ini panik.
Warga yang sebagian besar anak-anak dan perempuan ini menangis histeris. Ada pula yang panik dan lari ke halaman luas.
“Barusan gempa lagi bapa, warga panik dan berhamburan keluar,” ungkap Hamid Akbar, warga Dusun 1 Desa Terong.
Ia menuturkan, selain warga panik, gempa susulan tersebut disertai gemuruh membuat rumah warga rusak dan bahkan ambruk.
“Ini rumah didalamnya rubuh karena gempa tadi,” kisahnya.
Saat itu lanjut Hamid, warga ketakutan masuk rumah. Bangunan rumah sebagian besar rusak, walaupun dari luar tampak rapih seakan tidak terjadi kerusakan.
“Pak tolong bantu kami tenda dan alas tidur. Kasihan mama-mama dan anak-anak saat istrahat malam hanya beralaskan seadanya,” tandasnya.
Sebelumnya, pada Rabu, 8 April 2026 malam, gempa mengguncang wilayah Pulau Adonara, Flores Timur, NTT.
Tak hanya sekali, gempa mengguncang beberapa kali. Bahkan, dalam semalam wilayah itu puluhan kali diguncang gempa.
Pada laman akun x-twitter milik BMKG, tercatat gempa terjadi pertama kali pada 8 April 2026, pukul, 23:17 WIB. Pusat gempa, 8.43 S, 123.12 E atau sekitar 22 km wilayah selatan Larantuka dengan kedalaman 10 km.
Gempa susulan terus terjadi hingga Kamis, 9 April pagi, di wilayah itu. Dalam halaman akun resmi BMKG terhitung hingga pukul, 06:31 WIB, guncangan gempa terjadi 21 kali.
Secara keseluruhan, gempa yang terjadi di wilayah Adonara dan sekitarnya tergolong gempa dangkal yang mana guncangan terasa begitu kuat di permukaan.
Akibatnya, ratusan bangunan baik rumah warga dan bangunan publik mengalami kerusakan.
Data yang dihimpun Kaddes.net pada Kamis, dua desa yang paling terdampak akibat gempa yakni Terong dan Lamahala di Kecamatan Adonara Timur.
Pemerintah Desa Terong mencatat 70 unit rumah rusak akibat gempa. Sedangkan, di Desa Lamahala terhitung 22 unit rumah mengalami kerusakan.
Sementara itu, Kecamatan Solor Timur tercatat ada 5 bangunan yang rusak terdiri dari 3 rumah dan 2 fasilitas umum rusak.
Hasil pantauan, warga masih tinggal di luar rumah karena masih kuatir gempa susulan. Anak-anak sekolah di beberapa wilayah Adonara dan Solor diliburkan karena sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah rusak.
Tak hanya bangunan, 20 warga juga dilaporkan terluka akibat terkena runtuhan bangunan.
Data sementara Desa Terong hingga Jumat petang, jumlah rumah yang rusak 136 unit dengan kondisi rusak berat 30 unit dan rusak ringan 106 unit. Di Desa Lamahala Jaya, rumah rusak sebanyak 70 unit. *
Penulis: Tata Shinto Editor: Sutomo Hurint
