Pulau Flores, khususnya Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak saja memiliki pesona alam bukit Wolobobo dengan keindahan gunung Ine Rie atau wisata sosial budaya seperti Reba, Jai dan kampung adat megalitikum di Desa Bena, namun juga memiliki objek wisata lain yang mempesona.
Salah satunya wisata Permandian Air Panas Wai Pana Mese terletak persis di belakang Bandara Soa atau sekitar 20 kilometer ke arah Timur dari Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada.
Destinasi Wai Pana Mese yang dibangun sejak tahun 2018 lalu, kini menjadi salah satu lokasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik warga lokal maupun warga dari kabupaten tetangga.

Wisata air panas Wai Pana Mese ini merupakan salah satu lokasi permandian di Kecamatan Soa merupakan pertemuan sumber air panas dari gunung api Ine Like dan gunung api Ine Rie, dengan kadar belerang yang tidak menyengat dan diyakini dapat menyembuhkan penyakit kulit.
Di lokasi Wai Pana Mese terdapat tiga kolam. Satu kolam sumber air panas yang dialirkan ke kolam pemandian khusus lansia dan remaja. Serta satu kolam lainnya untuk anak-anak.
“Kolam air panas Wai Pana Mese sangat cocok dan ramah anak. Karena selain kolamnya bersih, tidak belumut dan kadar panasnya tidak tinggi, anak-anak bisa berendam dan bermain dalam kolam,” ungkap Sri Rahayu, salah satu wisatawan asal Kota Bajawa.
Agar anak lebih betah, kata dia, pengelolah sebaiknya memperluas areal dengan menambahkan fasilitas permainan anak sehingga anak lebih leluasa mengekspresikan diri.

Sementara itu, Nobertus, pengelola wisata Wai Pana Mese mengatakan, setiap hari, pagi hingga malam, lokasi pemandian ini selalu dipenuhi warga, terutama anak-anak yang datang bersama orang tua. Namun pihaknya masih kekurangan fasilitas untuk dunia anak.
“Ini menjadi tempat favorit anak-anak untuk berendam dan berenang. Dan kami memang masih kurang dalam fasilitas untuk dunia anak,” akunya.
Nobertus bilang, berdasarkan pengakuan warga yang datang, Wai Pana Mese ini diyakini dapat menyembuhkan penyakit.

“Ada warga mengakui jika mandi di sini penyakit yang mereka alami sembuh. Untuk itu, agar kondisi air panas aman dari segi kesehatan, kami pun menguras air setiap malam, dan mengisinya kembali agar bisa digunakan wisatawan,” tuturnya.
Untuk menikmati wisata Wai Pana Mese, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000,- dan biaya parkir. *
Penulis: Tata Shinto
