Serunya Warga Lewolema, Tangkap Ikan ‘Bosu’ di Pantai Desa Kawaliwu

Anak-anak menangkap ikan kerong (Foto: Sutomo Hurint/Kaddes.net)

Fenomena alam, ribuan ikan terdampar di pesisir pantai seringkali menjadi momen seru sekaligus menegangkan bagi warga.

Warga secara berbondong-bondong menangkap ikan yang bermain di perairan dangkal atau ikan yang menggelepar di pesisir pantai.

Momen keseruan ini juga dirasakan warga di Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dimana, segerombolan ikan ‘Bosu’ atau sejenis ikan Kerong-kerong padi (Terapon Puta) bermain di perairan dangkal, pesisir Pantai Teluk Hading di Desa Kawaliwu.

Disaksikan Kaddes.net, pada Minggu, 8 Maret 2026 siang, ratusan warga Lewolema, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua memadati wilayah pantai pasar Belobare.

Warga membawa aneka alat tangkap berupa jaring, pukat, dan kelambu. Bahkan, ada pula warga yang menggunakan tudung saji untuk menangkap ikan karena ketiadaan alat tangkap.

“Kami dapat sekantong plastik ikan. Lumayan bisa buat lauk untuk makan,” kata Mariana B. Hurint, kepada Kaddes.net pada Minggu, 8 Maret, Siang.

ikan ‘Bosu’ atau ikan Kerong-kerong padi (Terapon Puta) hasil tangkapan warga Bantala

Bagi Rina, moment menangkap ikan ini punya keseruannya tersendiri. Dimana, ratusan warga bertarung melawan ombak untuk menangkap ikan.

“Ada banyak warga di sini. Seru saat menangkap ikan. Ada semacam tantangan tersendiri karena kita berhadapan dengan ombak untuk tangkap ikan,” tutur Rina.

Fenomena Alam Tiap Tahun

Bagi masyarakat lokal, fenomena alam unik ini terjadi tiap tahun pada musim ‘Wata Bete’ (sebuah penyebutan lokal waktu musim jagung muda).

Musim “Wata Bete” ini, masa sekitar akhir bulan Februari atau awal Maret dalam Kalender masehi. Dimana, pada musim tersebut terjadi gelombang tinggi dan angin kencang.

Gelombang dan angin kencang ini membawa ‘lamu’ (sejenis rumput laut) makanan dan tempat ikan berlindung.

Gerombolan ikan tersebut disinyalir ikut terseret gelombang dan arus ke pesisir pantai.

“Fenomena alam ini adalah hal biasa bagi warga disini. Sebab, terjadi tiap tahun. Setiap kali ada gelombang dan angin besar, membawa serta ikan-ikan ini ke pinggir pantai. Hanya terjadi disini di sekitar pantai pasar Belobare,” ungkap Dedi Liwun, Sekertaris Desa Kawaliwu.

Dedi menceritakan fenomena alam ini sudah berlangsung selama satu minggu. Tidak hanya warga Desa Kawaliwu, tetapi dari Desa Riangkotek, Lewotala dan Waitiu turut menangkap ikan di pesisir pantai.

“Beberapa hari kemarin itu ada warga yang bisa dapat satu karung ikan. Karena banyak, sebagian hasil tangkapan dijual,” ujar Dedi.

Dilansir dari www.brin.go.id, fenomena alam unik ini umumnya disebabkan oleh beberapa hal yakni upwelling ekstrim, perubahan suhu dan oksigen, ledakan alga, dan migrasi atau perilaku alami jenis ikan tertentu.

Meskipun fenomena ini tampak menyenangkan, warga diimbau untuk selalu waspada karena gelombang, angin kencang, dan arus laut dapat menyeret apapun yang ada ke tengah laut.*

Penulis: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *