Luka bacok di leher dan luka tembak di kepala masih membekas jelas di tubuh Bharatu Laurentinus Valdo Fernandez Lewai. Meski sudah dijahit pasca otopsi, kekejaman itu tak bisa disembunyikan saat keluarga memandikan sendiri jenazahnya.
Hal itu diungkapkan Yohanes Fernandez Lewai, adik dari ayah almarhum, kepada kaddes.net di rumah duka Sandominggo, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada Sabtu, 17 Oktober 2026 sore.
Bharatu Laurentinus Valdo Lewai merupakan anggota polisi asal Flores Timur yang tewas diduga dibunuh oleh sesama anggota polisi yang merupakan yuniornya pada Jumad, 16 Oktober 2026 lalu.
Yohanes sendiri terbang jauh dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengantar keponakannya pulang untuk terakhir kali.
“Saya dari Batam ke Jakarta, sama-sama almarhum, lalu ke Kupang dan sampai ke rumah Larantuka ini,” ujarnya.
“Saya memandikan dan melihat itu memang sangat-sangat biadab pelakunya. Dibilang sangat biadab, dibilang manusia pun enggak,” tegasnya dengan suara bergetar.
Ia memastikan isu adanya tembakan dan bacokan itu bukan kabar bohong. Walaupun, sudah diotopsi namun bekas bacokan dan tembakan masih terlihat di kepala.
“Karena isu yang saya dengar bahwa ada tembakan, ada bacokan. Dan waktu saya yang mandikan itu, itu nyata. Ada luka tembak di kepala dan luka di leher,” ungkap Yohanes.
Pertanyakan Laras Panjang
Keluarga hingga kini tidak percaya jika pelaku hanya satu orang. Dugaan itu muncul karena barang bukti yang ada tidak masuk akal jika dilakukan seorang diri.

“Keluarga menduga pelaku lebih dari satu orang karena barang bukti berupa parang dan senjata laras panjang,” ujar Yohanes.
“Tapi walaupun seperti itu bukan berarti kita menerima bahwa ini pelakunya satu orang, kemungkinan itu ada karena alat bukti sendiri ada parang, ada senjata laras panjang,” tegasnya.
Keluarga juga mempertanyakan dari mana senjata laras panjang itu bisa berada di tangan pelaku di dalam asrama.
“Nah sekarang pertanyaannya kalau parang bawa dari rumah, kalau laras panjang itu kan kok bisa dia bawa? ini dikasih apa dia ngambil sendiri? Kalau dia ngambil sendiri mana petugas penjaganya?” gugat Yohanes.
Pertanyaan itu hingga kini belum dijawab secara terbuka kepada keluarga.
Sementara itu, Bharatu Laurentinus Valdo Fernandez telah dimakamkan di Pekuburan Katolik Paroki Katedral Larantuka, pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Pemakaman diwarnai isak tangis keluarga yang masih menuntut keadilan atas kematian sang Bhayangkara muda asal Flores Timur tersebut.*
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
