PKK Waioti Sulap Halaman Kantor Kelurahan Jadi Kebun Sayur Mini

Ibu-Ibu PKK Kelurahan Waioti sedang menanam sayur (Foto: Tata Shinto)

Memotivasi warga mendapatkan penghasilan tambahan, Tim Penggerak PKK Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, menyulap halaman kantor menjadi kebun sayur mini.

Disaksikan media ini pada Selasa, 7 April 2026 petang, di halaman Kantor Kelurahan Waioti tampak sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK kelurahan setempat, tengah sibuk melakukan aktivitas menanam di halaman kantor.

Mereka secara bergotong royong memindahkan sejumlah anakan tamanan sayur dari polibag ke bedeng yang telah disiapkan. 

Adapun aneka tanaman sayur yang siap ditanam dalam bedeng adalah sayur Terong, Cabai dan Tomat. 

“Kita ubah halaman Kantor Kelurahan ini menjadi kebun sayur mini,” kata Erniwati Merinaldis, Ketua TP-PKK Kelurahan Waioti kepada Kaddes.net. 

Erniwati mengatakan inspirasi mengubah halaman kantor menjadi kebun sayur mini adalah sebagai edukasi kepada masyarakat.

“Agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah mereka untuk penghasilan tambahan bagi keluarga,” urainya. 

Dia juga menuturkan bahwa selama ini halaman kantor kelurahan hanya dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan.

Padahal kata Dia, jika dimanfaatkan dapat memberikan manfaat atau nilai ekonomis. 

“Daripada lahan kosong dibiarkan, lebih baik ditanami terong, cabai atau tomat. Selain dikonsumsi sendiri, hasilnya juga bisa dijual,” tuturnya.

Erniwati yang baru menjabat Ketua TP-PKK Kelurahan Waioti ini mengungkapkan aksi membuat kebun sayur mini ini bertujuan sederhana.

Erniwati bilang untuk mendorong masyarakat hidup sehat, produktif, dan mandiri dengan menanam bahan pangan sendiri.

Erniwati menambahkan hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan keluarga. 

“Semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan mama-mama di rumah, dengan demikian bisa hidup lebih sehat, juga bisa menekan pengeluaran keluarga,” pinta Erniwati. 

Erniwati menjelaskan media tanam yang digunakan berasal dari daur ulang sampah organik yang ada di sekitar lingkungan. Dengan demikian dapat mengurangi limbah rumah tangga di lingkungan mereka.

Selain itu, dengan pupuk organik tanaman sayur akan tumbuh lebih subur dan sehat untuk dikonsumsi. 

“Untuk pemupukan, kita gunakan sampah organik hasil daur ulang yang dikumpulkan saat kerja bakti setiap Jumat pagi,” tandas Erniwati.*

Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *