Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah, masih menjadi kebutuhan dasar rumah tangga ibu-ibu di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam urusan masak memasak.
Namun dalam dua pekan terakhir, pasokan minyak tanah sulit didapatkan di sejumlah agen penyaluran.
Bahkan harga jual pun jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Melihat kondisi yang dialami warga, Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Waioti, Kabupaten Sikka, menggelar operasi pasar minyak tanah, Sabtu, 14 Maret 2026 pagi.
Ketua KMP Kelurahan Waioti, Agus Wijaya mengatakan, operasi pasar minyak tanah yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Waioti ini untuk menjawab keresahan warga akan kebutuhan.
Selain itu juga sebagai upaya menstabilkan pasokan dan harga minyak tanah menjelang hari raya Nyepi, Idul Fitri 1447 H, serta Paskah.
“Dalam operasi ini, KMP Waioti bekerja sama dengan agen pertamina menyiapkan 5.000 liter dengan harga jual Rp. 4.000,- perliter,” tegas Agus.
Dalam pendistribusian, kata Agus, khusus warga yang telah menjadikan anggota KMP Waioti, diberikan jatah 30 liter per kepala keluarga dengan perhitungan digunakan selama 30 hari kedepan.
Sementara di luar anggota 5 liter per kk. “Untuk anggota 30 liter per KK. Dengan perhitungan, setiap hari 1 liter digunakan selama 30 hari ke depan,” ungkap dia.
Martha Towe Namang, warga RT 08 Kelurahan Waioti menuturkan, sejak dua pekan terakhir, warga kesulitan mendapatkan minyak tanah.
Kata dia, untuk mendapatkan minyak tanah 5 liter, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 30.000,- lebih tinggi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau harga normalnya Rp. 4.000,- tapi karena susah kami dapatkan minyak tanah, maka walaupun di jual Rp. 6.000,- perliter, kami tetap beli,” tuturnya.
Pantauan Kaddes.net sejak jam 07.00 pagi, warga yang umumnya ibu rumah tangga ini dengan sejumlah jerigen mulai memadati halaman kantor Lurah Waioti menanti kedatangan mobil tangki minyak tanah.*
Penulis: Tata Shinto
