Peduli Dunia Pendidikan di wilayah pedalaman, Kapolres Sikka bersama sejumlah Personil Polri kunjungi Sekolah Dasar Wukur, di Dusun Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela.
Sabtu 9 Mei 2026, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno S.I.K didampingi Kapolsek Lela AKP I Nyoman Simeon. Ipda Kurd Angelus Zay bersama belasan anggota Polri berkunjung ke Desa Sikka, Kecamatan Lela.
Saat tiba di ujung kampung Sikka, anggota Polri ini memarkirkan kendaraan lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer menuju Kampung Wukur.
Dengan memikul sejumlah barang bantuan berupa perlengkapan Sekolah bagi anak-anak dan pihak sekolah para anggota Polri medaki bukit melewati jalan setapak, berbatu kericil yang tajam.
Jalan kaki para anggota Polres Sikka ini untuk mengunjungi SDK Wukur dan melihat secara langsung lembaga pendidikan yang menjadi tempat 34 anak negeri mengenyam pendidikan dasar dibawah bimbingan 1 orang guru ASN dan 7 orang guru honorer.
Setibanya di lokasi sekolah, sejumlah komunitas sekolah pun kaget dengan kehadiran Kapolres bersama anggota, karena tidak ada penyampaian awal tentang rencana kunjungan.

Setelah beristirahat sejenak, Kapolres pun langsung bertatap muka dengan anak-anak bersama para guru, sambil membagikan bantuan berupa tas sekolah, buku dan bolpoin kepada masing-masing anak.
Tidak hanya itu, Kapolres pun memberikan bantuan 3 unit papan tulis untuk pihak sekolah.
“Hari ini Polri hadir untuk melihat secara langsung kondisi anak-anak di pedalaman yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan dasar walaupun ditengah keterbatasan fasilitas,” ungkap AKBP Bambang Supeno usai menyerahkan bantuan.
Kapolres Sikka mengatakan, bantuan yang diberikan memang tidak seberapa dan jauh dari harapan, namun setidaknya selain membantu anak-anak juga memacu agar anak-anak lebih giat belajar. Sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud sebagai generasi penerus bangsa.
“Semoga bantuan ini membuat ade-ade tetap semangat untuk belajar ya,” pesannya.

Ia pun meminta agar para guru tetap semangat dalam mengabdikan diri bagi generasi muda di daerah pedalaman walaupun harus berjalan kaki pulang pergi.
“Untuk para guru harus tetap semangat ya. Memang untuk mengajar di sini harus jalan kaki tapi pengabdian ibu guru sangat mulia untuk mencerdaskan anak bangsa,”pintahnya.
Yosep Tukan Kelen, Siswa Kelas IV SDK Wukur mengaku senang mendapatkan bantuan tas, buku dan bolpoin dari Kapolres Sikka.
“Terima kasih Bapak Kapolres atas bantuan yang diberikan,” ucapnya.
Ia berjanji dengan bantuan yang diterimanya akan menjadi semangat untuk belajar lebih rajin lagi.

“Dengan bantuan ini, saya akan lebih giat belajar lagi,” tegas bocah yang bercita-cita menjadi seorang polisi ini.
Hal senada pun diungkapkan Tarsiana Dua Rosa, Kepala SDK Wukur, atas kepedulian Polri dengan mengunjungi sekolah yang dipimpinnya.
“Kami tidak menyangka, Pak Kapolres akan datang ke sini. Ini kejutan sekaligus kebanggan untuk sekolah ini. Dan Terima kasih atas bantuan yang diberikan,” papar Tarsiana.
Ia pun memaparkan, SDK Wukur saat ini masih sangat kekurangan dalam fasilitas pendidikan mulai dari kurangnya ruang kelas, listrik hingga jaringan telekomunikasi.
“Untuk belajar, kami terpaksa mensekat ruangan yang ada menjadi ruang kelas. Termasuk ruangan kantor Sekolah yang berdiri tahun 1984 ini,”tandasnya*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
