Rawan Kecelakaan, Longsor dan Gelap Gulita Jalan Trans Negara di Sikka

Rawan Kecelakaan, Longsor dan Gelap Gulita Jalan Trans Negara di Sikka. (Foto: kaddes.net/tata shinto)

Curah hujan tinggi melanda wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan tanah longsor pada ruas jalan negara Trans Flores.  

Minggu 22 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 Wita, saat melintasi ruas jalan negara dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka setidaknya terdapat 6 titik longsor.

Ke enam lokasi longsor ini membentang dari Desa Dobo hingga jalur jembatan kaliwajo Desa Bhera, Kecamatan Mego.

“Di jalur ini ada enam titik. Yang barusan terjadi ini ada di Desa Dobo,” ungkap Markus, salah seorang warga yang tengah membersihkan material longsor di Desa Dobo, minggu malam.

Dia menuturkan, dari enam titik yang ada, empat titik longsor sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Namun belum ada tindakan untuk membersihkan material longsor.

“Memang material longsornya kecil. Namun jika dibiarkan pasti mengganggu arus lalulintas apalagi saat malam hari,” tuturnya.

Rawan Kecelakaan

Rawan Kecelakaan, Longsor dan Gelap Gulita Jalan Trans Negara di Sikka

Walaupun material longsornya kecil, namun ruas jalan yang menjadi lokasi longsor ini rawan kecelakaan.

Pasalnya, selain sepanjang jalan tidak ada penerangan malam hari, juga medan jalan berkelok-kelok.

“Jalur ini rawan pak. Apalagi saat malam hari seperti saat ini. Gelap gulita. Jika tidak sangat berpotensi terjadi kecelakaan,” ungkap Anjelo Bonafintura, pengemudi kendaraan saat melintas.

Anjelo berharap pemerintah bisa turun bersama membersihkan material longsor untuk menghindari kecelakaan lalulintas *

Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *