Dinkes Flotim Bentuk Tim Medis Berjalan Rawat Warga Terdampak Gempa di Adonara

Mobile Medical Team periksa kesehatan warga terdampak gempa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk Mobile Medical Team atau Tim Medis Berjalan untuk memberi pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa di wilayah Adonara dan Solor.

Ferdinandus Mada, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur mengatakan tim medis berjalan sebagai garda terdepan dalam penanganan kesehatan pasca bencana terutama karena gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut.

Ferdinandus menyebut tim medis ini melayani pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak di posko-posko atau tenda darurat.

“Tim medis berjalan ini terdiri dari dokter dan tenaga medis. Mereka, setiap dua hari melakukan pelayanan dari posko ke posko maupun dari tenda ke tenda kepada warga terdampak gempa,” jelas Ferdinandus.

Ferdinandus mengatakan pemerintah telah menyiapkan posko kesehatan. Posko kesehatan tersebut berkantor di gedung Polindes atau Poskesdes di masing-masing desa terdampak gempa.

Sebab itu, warga terdampak diminta dapat berkoordinasi dengan posko kesehatan di masing-masing desa agar dapat dilayani oleh tim medis.

“Karena gedung poskesdes atau polindes di desa masih baik, jadi posko kesehatan itu berkantor di masing-masing poskesdes desa setempat. Jadi, Jika warga butuh pelayanan di tempat, maka bisa lapor ke posko kesehatan sehingga petugas akan layani di posko atau tenda,” ungkap Ferdinandus.

Ferdinandus menjelaskan sejak hari pertama gempa, tim medis telah menangani 21 warga korban gempa. Dimana, di antaranya terdapat 4 pasien korban luka sedang dan 17 pasien luka ringan.

“Semua kondisi korban dalam keadaan normal. Kondisi mereka, akan terus dipantau atau dicek oleh tim medis berjalan,” papar Ferdinandus.

Data yang diperoleh Kaddes.net dari BPBD Kabupaten Flores Timur, pertanggal 13 April 2026 menyebutkan, warga yang mengungsi terus bertambah mencapai 2.019 jiwa.

Para pengungsi ini berasal dari 14 desa yang tersebar di Kecamatan Adonara Timur dan Kecamatan Solor Timur.

Sementara itu, gempa susulan masih terjadi hingga Selasa, 14 April 2026 ini. BMKG merilis gempa terakhir terjadi pada pukul, 14.01 WIB dengan kekuatan 2,4 magnitudo.

Episenter gempa terletak di lokasi: 8.44 LS, 123.14 BT atau 23 km arah Tenggara Kota Larantuka dengan kedalaman 4 km.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *