Tonggak Sejarah Baru Persagi Flores Timur Gelar Muscab Perdana

Maria Theodora Natalia Hurint, Ketua Persagi terpilih (tengah)

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Kabupaten Flores Timur membuat tonggak sejarah baru dengan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu, 18 April 2026 di Aula Karykes Larantuka.

Ketua Panitia Pelaksana Muscab Persagi 2026, Lusia Hartati Keraf mengatakan bahwa rencana pelaksanaan muscab sebenarnya sudah digagas sejak 2023, namun beberapa kali mengalami penundaan dan akhirnya terlaksana pada tahun 2026 ini.

“Kita sempat berharap bisa terlaksana akhir tahun 2025, tapi gagal. Baru pada 28 Maret 2026 ada pertemuan di Karykes yang membahas kembali program organisasi. Dari situ kita dituntut segera melaksanakan muscab,” jelas Lusia.

“Dalam pertemuan tersebut, penentuan kandidat dilakukan secara langsung. Tiga nama yang muncul sebagai calon ketua adalah Ida Suyati, Maria Theodora Natalia Hurit, dan Klemens H. Hayon,” tambah Lusia.

Ia menjelaskan anggota Persagi Flores Timur saat ini tercatat berjumlah 88 orang. Total suara yang masuk dalam proses voting berjumlah 64 suara.

“Hasil voting, Maria Theodora Hurit memperoleh 48 suara, Klemens H. Hayon 13 suara, sedangkan Ida Suyati mendapat 8 suara. Dengan demikian Maria Theodora Natalia Hurit resmi terpilih sebagai Ketua Persagi Flores Timur periode 2026–2031,” ungkap Lusia.

Tonggak Sejarah Persagi Flores Timur

Ketua Demisioner Persagi Flores Timur, Ignasius H. Kedang mengatakan bahwa
Muscab ini menjadi tonggak sejarah bagi Persagi Flores Timur karena untuk pertama kalinya pemilihan ketua dilakukan melalui proses voting terbuka.

Ignas menjelaskan kala itu Persagi Flores Timur masih beranggotakan sekitar 30 orang dan Pemilihan Ketua dilakukan melalui penunjukan langsung tanpa voting.

“Jadi hari ini menjadi bersejarah karena pertama kalinya dilakukan muscab dengan sistem pemilihan terbuka,” ungkap Ignasius.

Ignasius berharap kepengurusan baru dapat menjalankan program organisasi dengan baik. 

“Harapan kami, kegiatan-kegiatan organisasi bisa berjalan lebih terarah sehingga Persagi Flores Timur berkembang lebih baik ke depan,” ujar Ignasius, Ahli Gizi di Puskesmas Waiwadan ini.

Ketua Terpilih Tekankan Kolaborasi Pengurus dan Anggota

Maria Theodora Natalia Hurit mengatakan bahwa jabatan ini merupakan amanah besar. Ia menuturkan menjadi pemimpin berarti memikul tanggung jawab yang tidak ringan.

“Apalagi ini organisasi tingkat kabupaten, bukan hanya satu wilayah kecil,” tutur Maria.

Maria mengungkapkan struktur kepengurusan baru Persagi Flores Timur akan melibatkan perwakilan dari setiap puskesmas dan rumah sakit. 

“Masing-masing akan mengutus dua sampai tiga orang untuk masuk ke seksi dan pengurus sesuai kemampuan. Jadi kita sesuaikan dengan kompetensi di lapangan,”  tegas Maria.

Maria memaparkan langkah awal yang akan dilakukan yakni membentuk grup komunikasi khusus. Dimana, dalam grup tersebut beranggotakan ahli gizi dari setiap wilayah.

“Dari situ, kita bisa merancang program kerja sesuai kebutuhan dari teman-teman di wilayah,” jelasnya.

Maria menekankan pentingnya kolaborasi baik pengurus maupun anggota dalam menjalankan program inovatif menghadapi tantangan global di bidang gizi. 

Terpilihnya Maria Theodora Natalia Hurit, menandakan Persagi Flores Timur memasuki babak baru. Muscab perdana ini bukan hanya sekadar pemilihan ketua, tetapi juga momentum memperkuat organisasi profesi tenaga gizi di Flores Timur

Panitia, demisioner dan anggota berharap kepengurusan periode 2026–2031 membawa organisasi lebih maju dan mampu menjawab tantangan di bidang gizi semakin kompleks.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor; Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *