Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguyur hujan lebat selama tiga hari mengakibatkan banjir bandang.
Di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda misalnya, akibat banjir itu satu jembatan dan ruas jalan trans utara ambruk dan nyaris putus.
“Banjir terjadi sejak semalam membuat kontruksi bantalan jembatan dan jalan nyaris ambruk,” ungkap Camat Magepanda, Vinsensus Kustance saat meninjau di lokasi kejadian Selasa, 28 April 2026 petang.
Jembatan dan jalan yang ambruk dan nyaris putus tersebut merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan tiga kabupaten di wilayah utara pulau Flores yakni Ende, Nagekeo dan Ngada.
Tance, menjelaskan, akibat banjir yang terjadi bagian bawah jembatan sebelah selatan terkikis.
Sementara untuk ruas jalan yang sebagian badan jalan yang nyaris putus berada sebelah timur hingga barat yang hanya berjarak 10 meter dari jembatan akibat derasnya luapan sungai Magelo’o.
“Sebelumnya kerusakan sudah berlangsung sebulan terakhir dan diperparah dengan banjir yang terjadi saat ini,” terangnya.
Ia berharap, pemerintah propinsi melalui dinas terkait untuk bisa memperhatikan kondisi kerusakan yang terjadi.
Pasalnya kondisi ini telah disampaikan jauh hari sebelumnya namun belum mendapatkan perhatian.*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
