Dalam beberapa hari terakhir wilayah Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguyur hujan deras.
Kondisi ini membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Dage Sime di Desa Done, Kecamatan Magepanda jebol sehingga banjir bandang menerjang areal persawahan yang ada di Dusun Puu Naka, Ijura hingga Detunggawa,
“Hujan sejak kemarin. Akibatnya padi hasil panen kami terbawa banjir,” ungkap Kamis Garu, salah satu petani kepada Kaddes.net, Rabu 29 April 2026 siang.
Kanis menuturkan, akibat luapan DAS Daga Sime, banjir merendam sedikitnya 10 hektar padi siap panen dan yang sudah dipanen milik petani rusak dan terbawa banjir.
“Padi ini kemarin baru kami panen. Hasil panen kami pun terbawa banjir,” paparnya.
Atas kejadian ini, Kanis berharap kiranya Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pertanian bisa membantu petani dengan bantuan tanggap darurat.
“Kalau sudah seperti ini, kami pasti terancam kelaparan. Kiranya ada perhatian Pemerintah untuk kami petani pak,” pintanya.
50 Hektar Padi di Empat Desa Rusak
Pasca diterjang banjir, Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan pendataan areal persawahan yang terendam banjir.
Pendataan dinas dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian, Innosensius Siga.
Saat melakukan pemantauan lapangan di areal persawahan Ijura, hampir sebagian besar padi terkapar dipenuhi genangan air.
Menurut Ino Siga, data sementara dari luasan sawah yang mencapai 590 hektare, tercatat sedikitnya 50 hektar sawah yang terendam banjir yang terjadi di Desa Done, Legu Woda, Wada Mude dan Desa Magepanda.
“Rata-rata padi yang terendam ini sudah mencapai usia panen. Hal ini karena curah hujan yang tinggi,” terangnya.
Dia menambahkan, jika dalam sepekan ke depan curah hujan masih terus terjadi dengan intensitas tinggi, maka dapat dipastikan padi milik petani akan mengalami gagal panen.
“Jika hujan terus terjadi, produksi gabah dipastikan akan mengalami penurunan produksi,” tandas Ino Siga*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
