Dalam Semalam 22 Kali Diguncang Gempa, Ratusan Bangunan di NTT Rusak, Puluhan Korban Luka-luka

Rumah warga di Adonara, NTT roboh diguncang gempa

Pada Rabu, 8 April 2026 gempa mengguncang wilayah Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak hanya sekali, gempa mengguncang wilayah itu beberapa kali. Bahkan, dalam semalam wilayah itu puluhan kali diguncang gempa.

Pada laman akun x-twitter resmi milik BMKG, tercatat gempa terjadi pertama kali pada tanggal, 8 April 2026, Pukul, 23:17 WIB. Pusat gempa, 8.43 S, 123.12 E atau sekitar 22 km wilayah Selatan Larantuka. Dengan kedalaman 10 km.

Gempa susulan terus terjadi hingga Kamis, 9 April pagi, di wilayah itu. Dalam halaman akun resmi BMKG terhitung hingga pukul, 06:31 WIB, guncangan gempa terjadi 21 kali.

Secara keseluruhan, gempa yang terjadi di wilayah Adonara dan sekitarnya tergolong gempa dangkal yang mana guncangan terasa begitu kuat di permukaan.

Akibatnya, ratusan bangunan baik rumah warga dan bangunan publik mengalami kerusakan. Kondisi yang paling parah dialami di desa Terong dan Lamahala, Kecamatan Adonara Timur.

Data yang dihimpun kaddes.net  dua desa yang paling terdampak akibat gempa yakni desa Terong dan Lamahala di Kecamatan Adonara Timur.

Pemerintah Desa Terong mencatat sebanyak 70 unit rumah rusak akibat gempa. Sedangkan, di Desa Lamahala terhitung 22 unit rumah mengalami kerusakan.

Sementara itu untuk Kecamatan Solor Timur tercatat ada lima bangunan yang rusak yang terdiri dari 3 rumah dan 2 bangunan fasilitas umum rusak.

Hasil pantauan, warga masih tinggal di luar rumah karena masih kuatir dengan gempa susulan. Anak-anak sekolah di beberapa wilayah Adonara dan Solor masih diliburkan karena dampak gempa menyebabkan sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah rusak.

Tak hanya bangunan, 20 warga juga dilaporkan terluka akibat terkena runtuhan bangunan.

Langkah Tanggap Darurat

Pasca Gempa, pemerintah kabupaten Flores Timur langsung menetapkan langkah tanggap darurat.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen mengatakan langkah tanggap darurat telah dilakukan sesaat setelah kejadian.

Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pendataan kerusakan bangunan dan korban.

“BPBD sudah kami kerahkan lapangan untuk melakukan pendataan,” ungkap Anton.

Bupati Flores Timur memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga dan penanganan terhadap korban terdampak gempa dapat berjalan dengan baik.

Pemerintah kata dia, telah menyiapkan bantuan darurat bagi warga terdampak khusus bagi rumah-rumah warga yangrusak akibat gempa.

“Bantuan tersebut berupa pendirian tenda darurat dan penyediaan terpal untuk tempat tinggal sementara,” jabar Anton.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji kebutuhan lanjutan korban terdampak. Termasuk kemungkinan pendirian dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.

“Namun, keputusan tersebut masih menunggu laporan lengkap dari BPBD di lapangan,” kata Anton.

Intervensi BPBD

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Maria Goretty AC Nebo Tukan, mengatakan petugas membawa beras, tenda, dan perlengkapan tidur bagi warga Desa Terong dan Lamahala di Kecamatan Adonara Timur.

Bantuan ini telah diantarkan pada Kamis, 9 April 2026 sore, melalui kapal laut dari Larantuka menuju lokasi terdampak berada di daerah kepulauan.

“Semua perlengkapan bantuan sedang dalam perjalanan,” ujar Maria.

Maria menjelaskan BPBD sedang melakukan kajian lapangan sehingga dapat digunakan oleh kepala daerah untuk menjadi bahan pertimbangan menetapkan status penanganan bencana.

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *