Senyum Merekah Hendristo di Bulan Suci Ramadhan, Bersama PLN UIW NTT

Hendristo Langgi Jua penerima manfaat program Light Up The Dream (Foto: HO)

Di sebuah sudut Kelurahan Lambanapu, Sumba Timur, senyum Hendristo Langgi Jua tampak lebih cerah dari biasanya.

Pria ini sehari-hari bertugas sebagai satuan pengaman (Satpam) pada  salah satu perusahan di Kabupaten Sumba Timur, NTT.

Dia tak menyangka Ramadhan 1447 H kali ini akan membawa berkah istimewa bagi rumah tangga kecilnya.

Selama lima tahun Ia dan keluarga kecilnya telah mendiami rumah sendiri. Namun, karena keterbatasan biaya ia tidak sanggup memasang meteran sendiri. Ia terpaksa menyambung listrik dari rumah orang tuanya.

Hendristo menceritakan tiap bulan Ia menyisihkan biaya sebesar Rp.50.000 kepada orangtuanya sebagai tanggungan listrik.

“Lima tahun saya menumpang listrik orang tua. Keterbatasan biaya membuat saya bisa menikmati penerangan alakadarnya,” cerita Hendristo dengan suara yang terbata-bata.

Namun, di bulan suci Ramadhan kali ini melalui program Light Up The Dream (LUTD) mimpi Hendristo untuk memiliki meteran listrik sendiri akhirnya terwujud.

“Sekarang, rasanya luar biasa bahagia karena di bulan puasa ini kami sudah punya listrik sendiri. Ini bantuan yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap Hendristo dengan senyum penuh haru.

Lurah Lambanapu, Naomi Takandunu mengapresiasi program LUTD dari PLN UIW NTT. Ia menilai dengan program ini PLN menyentuh langsung kebutuhan dasar untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

“Kami berterima kasih atas kepekaan PLN. Listrik bukan sekadar kabel dan lampu, tapi soal peningkatan kualitas hidup warga kami menjadi lebih baik,” ungkap Naomi.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan momentum Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Eko menjelaskan program adalah sebuah inisiatif mulia di mana pegawai PLN menyisihkan penghasilannya untuk membiayai penyambungan listrik gratis bagi keluar pra sejahtera di bulan Suci Ramadhan.

Menurut Eko, program ini menjadi bukti nyata bahwa insan PLN tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga bekerja dengan hati.

“Program LUTD ini adalah persembahan tulus dari karyawan PLN untuk masyarakat, agar ibadah di malam hari dan aktivitas sahur keluarga yang mejalankan puasa  menjadi lebih khidmat dan nyaman,” ujar Eko

Melalui kemandirian listrik ini, Eko berharap kebahagiaan menyambut bulan suci terpancar dari setiap rumah, membawa harapan baru bagi masyarakat di pelosok Sumba.

“Program ini dapat memberikan manfaat untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Sumba,” tutup Eko.*

Penulis: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *