Suasana haru menyelimuti kediaman Jumadi Lamin (62), seorang buruh harian lepas di RT 027/RW 009, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Tepat pada Rabu, 4 Maret 2026 di tengah kekhusyukan bulan Ramadhan 1447 H, penantian panjang Jumadi selama 13 tahun untuk memiliki listrik mandiri akhirnya terbayar tuntas.
Air mata Jumadi tak terbendung. Saat menyaksikan penyalaan simbolis bantuan listrik gratis program bertajuk Light Up The Dream (LUTD) dengan tema ‘Nyalakan Energi Baru Untuk Semangat Ramadhan Penuh Keberkahan’.
“Tiga belas tahun kami hidup tanpa listrik sendiri. Alhamdullilah, hari ini PLN membantu kami dengan meteran sendiri. Terima kasih PLN,” ujar Jumadi dengan mata yang berkaca-kaca.
Kurang lebih sudah 13 tahun Jumadi merindukan dapat memiliki akses listrik yang stabil. Namun, harapan itu hanya menjadi impian yang sulit dijangkau oleh Jumadi yang hanya seorang buruh harian.
“Penghasilan saya sebagai buruh hanya bisa untuk kebutuhan keluarga. Terimakasih untuk PLN yang telah membantu,” ucap Jumadi dengan suara yang bergetar.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, dalam sambutan mengatakan, terdapat 47 keluarga prasejahtera di seluruh NTT menjadi penerima manfaat dari program Light Up The Dream (LUTD) dalam bulan suci Ramadhan ini.
Eko menuturkan, program LUTD adalah wujud empati insan PLN untuk menerangi negeri dan mewujudkan mimpi masyarakat.
Program LUTD bukan sekadar urusan teknis penyambungan kabel, melainkan tentang menyalakan harapan.
“Melalui momentum Ramadhan ini, kami ingin memastikan bahwa energi yang kami hadirkan menjadi berkah nyata, sehingga warga yang puluhan tahun dalam kegelapan kini bisa menikmati kehidupan yang lebih layak,” ungkap Eko.
Eko menegaskan komitmen PLN untuk terus menghadirkan layanan yang inklusif dan berkeadilan. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar akses listrik dapat menjangkau seluruh pelosok NTT tanpa terkecuali.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Rosye Maria Hedwine, memberikan apresiasi tinggi atas langkah nyata PLN. Ia mencatat, saat ini Rasio Elektrifikasi di NTT telah mencapai 96,46%.
“Kami dari Pemerintah Provinsi juga akan terus bersinergi dengan PLN, termasuk mengalokasikan anggaran untuk membantu pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu hingga target 100% tercapai,” tegas Rosye.
Acara penyalaan ini turut dihadiri Asisten 1 Setda Kota Kupang, Hengki Malelak; PLT Camat Oebobo, Zet Batmalo; Lurah Liliba, Viktor Makoni; serta manajemen PLN UIW NTT,PLN UP3 Kupang dan UP2K Kupang.
Rosye berharap kehadiran listrik mandiri ini tidak hanya menerangi rumah-rumah warga secara fisik, tetapi juga membuka pintu peluang ekonomi dan pendidikan yang lebih baik bagi keluarga prasejahtera di NTT.
“Penyalaan listrik ini sebagai simbol membawa secercah cahaya baru di bulan yang penuh ampunan ini,” tutup Rosye.*
Penulis: Sutomo Hurint
