BPBD Flotim Harap Pemdes Nobo Proaktif Lakukan Pembenahan Huntara

Karung berisi pasir disusun berjejer menjadi talud darurat untuk menahan air (Foto: kaddes.net)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Ferdynandus M. Moat Aeng meminta Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat Nobo, korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki proaktif dan bergotong royong melakukan pembenahan lokasi dan bangunan Huntara IV yang rusak diterjang cuaca ekstrim.

Permintaan ini disampaikan usai pihaknya melakukan pendropingan beberapa material bahan bangunan berupa pasir dan semen untuk  pembenahan lokasi dan bangunan Huntara yang terdampak cuaca ekstrim.

“Material pasir dan semen sudah kita lakukan pendropingan. Kita berharap agar pemerintah desa dapat menggerakkan warganya untuk bergotong-royong lakukan pembenahan di kopelnya masing-masing,” ungkap Ferdinandus kepada Kaddes.net pada Senin, 26 Januari 2026 di lokasi Huntara Konga.   

Ferdynandus menjelaskan selain pasir dan semen, pihaknya juga mendroping sebanyak 1000 karung dan Batako. Karung dan Batako ini akan dibuat tanggul batas pada sisi bagian utara Huntara IV untuk menahan air yang berasal dari perkebunan warga.

“Karung ini diisi dengan pasir sebagai langkah sementara untuk menahan air dari perkebunan warga untuk tidak masuk ke kopel-kopel. Sementara, Batako juga demikian akan dibuat talud untuk menahan air untuk tidak masuk ke kopel,” jelas Ferdynandus.  

Ferdynandus menegaskan, proses pengerjaan terhadap lokasi dan bangunan Huntara yang rusak karena cuaca ekstrim dapat diselesaikan lebih cepat jika adanya sikap pro aktif dari pemerintah desa.

“Kita menginginkan agar warga dapat tinggal dengan nyaman di Huntara, usai cuaca ekstrim kemarin. Maka pembenahan harus segera dilakukan. Tapi, itu harus butuh pro aktif dari Pemerintah Desa Nobo,” tegas Ferdynandus. * (Tim Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *