Dari Dapur ke Hati: Persagi Flores Timur Gelar Bazar dan Konsultasi Gizi Gratis, Hasilnya untuk Korban Gempa Flores

Pengurus DPC Persagi Flores Timur pose bersama pada stan bazar di Gereja Katedral Larantuka

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Flores Timur menggelar bazar makanan lokal bergizi dan konsultasi gizi gratis bagi masyarakat.

Hasil dari tindakan sederhana ini, memiliki satu tujuan besar yakni menggalang dana untuk saudara-saudara yang menjadi korban gempa di Flores.

“Nanti jika sudah terkumpul agak banyak, akan kami kirimkan untuk korban gempa Flores melalui rekening DPD Persagi NTT,” kata Ketua DPC Persagi Flores Timur, Maria Theodora Natalia Hurint, saat ditemui di sela kegiatan.

Menu Lokal, Rasa Peduli

Yang dijual bukan makanan biasa. Ada Cilok Sapi, Mie Goreng, Getuk, Pukis, Wajik, Tahu Kuning, Ikan Bakar, Jamu, Tiramisu Dessert, dan menu makanan bergizi lainnya.

“Semua dimasak oleh tangan-tangan anggota Persagi, relawan, dan mitra,” ungkap Natalia.

Pada bagian samping stan, ada meja konsultasi. Meja ini disiapkan untuk warga yang mau berkonsultasi atau bertanya tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), gizi ibu hamil, hingga menu untuk balita.

“Satu posko ini terdapat sekitar Empat hingga Delapan orang tenaga ahli gizi. Jumlahnya itu, tergantung kesediaan waktu teman-teman anggota Persagi,” jelas Maria.

Aksi ini bukan sekali jalan. Sudah 3 minggu pengurus DPC Persagi Flores Timur membuka stan bazar di beberapa Gereja dalam Kota Larantuka yakni Gereja Paroki San Juan, Gereja Katedral Larantuka, dan Gereja St. Ignasius Waibalun.

“Dua Minggu yang lalu  kami gelar bazar di Gereja Paroki San Juan. Satu minggu kemarin, di Gereja Katedral Larantuka, lalu hari ini kami lakukan Gereja Paroki Waibalun. Waktu kegiatan bazar dimulai saat umat keluar dari gereja,” ujarnya.

Fokus ke Ibu dan Anak

Hasil penggalangan dana tidak berhenti di Larantuka. DPC Flores Timur akan berkolaborasi dengan DPD Persagi NTT untuk disalurkan langsung ke DPC terdampak korban gempa di Pulau Flores. 

“Semua hasil penggalangan dana ini akan kami salurkan sesuai laporan dari DPC terdampak melalui Dapur khusus PMBA ,” kata Natalia.

“Jadi fokus kami adalah penyaluran melalui dapur khusus yang mengurus Pemberian Makan Bayi dan Anak. Kita fokus ke korban gempa seperti ibu hamil, menyusui, bayi dan balita,” tambahnya.

Dari sepiring menu makanan lokal, Persagi Flores Timur ingin memastikan tidak ada ibu hamil yang kelaparan dan tidak ada balita yang kekurangan gizi di tenda-tenda pengungsian.

“Sebab bagi kami Persagi Flores Timur, peduli itu dimulai dari dapur,” tandas Natalia.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *