Hari Kedua Gempa Flores, Basarnas Tembus Jalan Longsor dan Perluas Operasi SAR

Tim SAR Gabungan berhasil menembus akses jalur darat yang tertimbun longsor pasca gempa Flores

Memasuki hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang terdampak.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman mengatakan bahwa operasi SAR pada hari pertama sempat terhambat karena akses jalan menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo ditutupi longsor

Namun, pada operasi SAR di hari kedua ini, Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai yang sebelumnya terkena longsor.

“Tadi pagi, petugas telah berhasil menembus jalan longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fathur Rahman.

Rahman menjelaskan pencarian hari ini difokuskan pada wilayah utama yang menjadi prioritas operasi SAR yakni Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo dan kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

“Sejak pukul enam pagi, personel bersama Alat Utama SAR telah dikerahkan ke sejumlah titik yang menjadi prioritas operasi,” ungkap Fatur Rahman .

Pastikan Jangkau Seluruh Wilayah Terdampak

Fatur Rahman menegaskan komitmennya bahwa operasi SAR yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan akan menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Petugas terus melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan unsur-unsur terkait agar operasi SAR dapat menjangkau wilayah-wilayah terdampak,” ungkap Fathur Rahman.

Fathur mengatakan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 pagi, tercatat 112 orang terdampak gempa.

“Dengan rincian 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan,” ungkap Fathur Rahman.

“Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. Proses pendataan serta verifikasi terus dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan unsur potensi SAR di wilayah terdampak,” tambahnya.

Fathur Rahman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperoleh informasi dari sumber resmi dan berwenang,” tutupnya.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *