Korban jiwa akibat gempa tektonik berkekuatan 7,7 SR yang menimpa wilayah Pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul: 05:58 pagi, terus bertambah.
Laporan terbaru dari Posko Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Sabtu sore, pukul 18.30 Wita, tercatat sebanyak 90 korban jiwa, diantaranya terdapat 40 orang meninggal dunia dan 50 orang luka-luka.
Rincian korban tersebut meliputi Kabupaten Manggarai, 24 orang meninggal dunia dan 22 luka-luka, Manggarai Timur 11 meninggal dunia dan 24 luka-luka, Sikka 3 meninggal dunia dan 2 luka-luka, Manggarai Barat 1 meninggal dunia dan 2 luka-luka, serta Nagekeo tercatat 1 orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, gempa tersebut mengakibatkan ribuan bangunan rumah dan ratusan fasilitas publik hancur, serta terjadinya gangguan akses transportasi karena terjadinya longsor akibat guncangan.
Direktur Kesiapsigaan Basarnas, Noer Isrodin mengatakan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi di berbagai lokasi terdampak.
Noer menegaskan saat ini prioritas utama diarahkan pada penyelamatan korban yang masih mungkin ditemukan dalam periode 72 jam pertama pasca gempa.
“Kami memaksimalkan periode golden time 72 jam pasca kejadian agar peluang penyelamatan korban dapat ditingkatkan. Seluruh tim SAR masih bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi,” kata Noer, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kerahkan Helikopter dan Kapal Puntadewa
Dalam rangka memperkuat operasi SAR penyelamatan korban gempa, Basarnas akan mengirimkan tambahan personel ke lokasi terdampak bencana dan peralatan pendukung untuk mempercepat evakuasi korban.
Selain itu, kata Noer, Basarnas juga mengerahkan dukungan tambahan dari kantor pusat berupa Helikopter Basarnas dan KN. SAR Puntadewa untuk mempercepat distribusi SAR.
“Helikopter Basarnas telah tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan dijadwalkan, pada Minggu 16 Agustus pagi mulai mendukung operasi di wilayah terdampak,” tutur Noer.
“Sedangkan, KN. SAR Puntadewa yang bergerak dari Maumere telah tiba di pelabuhan tujuan untuk memperkuat evakuasi serta distribusi bantuan SAR,” tambahnya.
Noer mengatakan situasi di lapangan masih berkembang sehingga proses verifikasi data korban terus dilakukan bersamaan dengan pencarian dan evakuasi.
“Data korban yang kami sampaikan masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pencarian, evakuasi, serta verifikasi di lapangan,” ungkapnya.
Noer mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, mengikuti arahan petugas.*
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
