Pabrik Ikan 15 Miliar di Flores Timur Mubazir

Bangunan Integrated Cold Strorage di Desa Wailolong, Flores Timur

Bangunan Integrated Cold Storage (ICS) atau pabrik pengolahan ikan beku di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tidak dikelola alias mubazir.

Pabrik ICS ini dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui PT. Titian Mandiri Jakarta pada tahun anggaran 2017. Nilai anggaran pembangunan pabrik ini sebesar Rp. 15 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, hingga saat ini pabrik ikan dengan nilai investasi belasan miliaran rupiah dari pemerintah pusat ini tidak dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur.

Warga Kecewa

Sulaiman, salah satu nelayan di Larantuka menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, jika pabrik ini dimanfaatkan secara maksimal akan membantu nelayan Flores Timur.

“Kita akan lebih mudah memasarkan ikan dan harga jual pasti akan lebih tinggi karena adanya persaingan harga,” tutur Sulaiman.

Siprianus Ata Wolo, warga setempat menyesalkan kondisi pabrik yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah namun tidak dikelola.

“Kita bingung. Sebenarnya mengapa pabrik ini bertahun-tahun tidak dikelola?” tanya Siprianus.

Ia berharap agar pemerintah bisa mengaktifkan pabrik ini agar bisa menampung tenaga kerja lokal, sebagaimana yang sudah digembar-gemborkan sejak awal.

“Ini bantuan pemerintah pusat sudah beri ke daerah kita, disia-siakan. Sudah ada potensi tapi tidak dimanfaatkan. Ini yang buat kita kecewa,” ungkap Siprianus.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *