Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Keba Baipito akan menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga standar kebersihan dan kesehatan.
Satrio Muda Makin, Kepala SPPG Keba Baipito kepada media ini mengatakan sistem IPAL ini dirancang khusus untuk menampung, membersihkan dan mengolah limbah hasil pengolahan dari dapur MBG.
Trio mengungkapkan upaya ini dilakukan demi memastikan agar limbah yang dihasilkan dari dapur MBG tidak mencemari lingkungan secara khusus polusi udara bagi warga sekitar.
“Jadi Ipal untuk dapur kami sudah ada. Tinggal penyiapan instalasi saja oleh pihak mitra. Langkah ini kami ambil sebagai komitmen kami untuk menjaga kebersihan dan kesehatan baik di dapur MBG maupun lingkungan sekitar,” ungkap Trio.
Menurut Trio, sistem IPAL bagi dapur MBG memiliki beberapa fungsi antara lain: menjaga air tetap bersih, mencegah air tanah dari kuman berbahaya, melindungi kesehatan karena mencegah terjadinya bau bagi lingkungan sekitar.
Ia menjelaskan dengan penerapan sistem IPAL air bekas cucian dan limbah makanan bisa masuk ke dalam IPAL. Limbah tersebut akan melalui tiga proses penyaringan dan air hasil penyaringan tersebut akan kembali bersih dan tidak mencemari lingkungan.
“Jadi, nanti disaring di sistem IPAL. Limbah, sisa-sisa makanan, lemak, akan tersaring disitu. Dalam sistem IPAL limbah akan melalui tiga proses penyaringan. Sehingga, air yang tersaring itu dengan sendirinya akan bersih dan tidak menimbulkan bau dan mencemari lingkungan,” jelas Trio.
Saat ini kata Trio, pihak mitra tengah mempersiapkan bak pengendap awal, penangkap lemak (grease trap) dan bak penampung terakhir sebagai penampung air bersih hasil penyaringan IPAL.
“Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum instalasi IPAL dilakukan. Seperti bak penampung yang ada di belakang untuk menampung air yang terakhir itu belum ada. Jadi mungkin dalam minggu ini, maksimal minggu depan, pihak mitra akan datang lakukan instalasi IPAL,” paparnya.
Selain, limbah cair pihak pengelola SPPG Keba Baipito juga memberikan penanganan khusus terhadap limbah padat. Dimana, limbah padat berupa sisa bahan baku dan makanan yang berada di dalam septic tank akan disedot dan dibuang pada lahan yang telah disiapkan oleh pihak mitra.
“Untuk limbah padat, pihak mitra telah menyiapkan profil tank dan mobil sampah. Dimana, pada tiap harinya limbah padat kita sedot dan dibuang oleh pihak mitra pada lahan yang telah disiapkan untuk pembuangan limbah padat,” ungkap Trio.
Trio mengungkapkan pihak SPPG dan Mitra berkomitmen untuk berusaha semaksimal mungkin menjawab aspirasi masyarakat terkait pengolahan limbah.
Langkah penerapan sistem IPAL untuk pengolahan limbah dari dapur MBG menjadi jawaban atas aspirasi dari masyarakat sekitar.
“Kami ucapkan terimakasih, kepada masyarakat sekitar dapur yang tiada henti memberikan masukan, usul dan saran kepada kami pihak dapur. Masukan dan saran dari masyarakat itu berarti ada kepedulian yang tinggi dari masyarakat terhadap dapur,” ungkap Trio. *
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
