Ditengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sikka terus mencari solusi demi pembangunan daerah. Terobosan dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Subandi Supriyadi.
Wabup Subandi menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudi, di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.
Saat bertemu Menteri Rachmat Pambudi, Wakil Bupati Sikka mengusulkan pembangunan pipanisasi Bendungan Napun Gete dan juga pembangunan jalan daerah yang saat ini dalam kondisi rusak.
Saat pertemuan, dua Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, Menteri Bappenas langsung menjadwalkan kedatangannya ke Kabupaten Sikka pada bulan September 2026, selain mengunjungi Kabupaten Kupang dan Sumba.
“Pak Menteri yang tentukan jadwal kunjungan ke Napun Gete pada bulan September nanti. Itu jadwal beliau yang disampaikan sendiri ke saya,” kata Simon Subandi dihubungi wartawan, Kamis siang 13 Agustus 2026 dari Maumere.
Menurut Simon Subandi, selain menjadwalkan kunjungan ke Sikka untuk melihat langsung kondisi Napun Gete, Menteri juga melihat beberapa program nasional yang masuk ke Kabupaten Sikka.
“Memang tidak dianggarkan karena ada efisiensi, tapi menjadi perhatian pemerintah pusat, Pak Menteri Bappenas akan datang lihat langsung kondisi Napun Gete. Kita semua berharap pipanisasi Napun Gete ada alokasi pada tahun anggaran yang akan datang,” tuturnya.
Selain Pipanisasi, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi juga minta bantuan Menteri Bappenas agar memberikan perhatian pada proyek inpres jalan daerah yang sudah diajukan Pemda Sikka.
Ruas tersebut meliputi peningkatan Jalan Simpang Kaliwajo-Woloara sepanjang 5 Km senilai Rp 38,3 miliar.
Peningkatan Jalan Talibura-Napungmali (3 Km) Rp 20,6 miliar dan peningkatan Jalan Lingkar Luar 3,5 Km senilai Rp 40,2 miliar.
Saat pertemuan itu, Wakil Bupati Sikka memberikan cendera mata berupa kain tenun tradisional Sikka serta Coklat Sikka (Cosik) yang langsung dicicipi Menteri Bappenas.
“Pak Menteri bilang rasa enak Cosik. Bappenas juga akan memberikan perhatian dengan bantu mengembangkan produksi lebih besar,” tandas Simon Subandi*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
