Ketua PSSI Flores Timur, Johanis Kopong atau akrab disapa ‘JK’ menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait Penunjukkan Hasan Haju sebagai pelatih kepala Perseftim Flores Timur untuk menghadapi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV 2026.
“Hingga hari ini belum ada keputusan final. Informasi yang beredar di media sosial bukan merupakan keputusan resmi PSSI Flores Timur,” tegas Johanis saat ditemui di Sekretariat PSSI Flores Timur, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut JK, penetapan pelatih kepala harus dilakukan sesuai mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI.
“Penunjukan pelatih tidak bisa diputuskan hanya melalui hasil rapat. Semua harus melalui mekanisme organisasi yang berlaku dan mendapat persetujuan Ketua PSSI Flores Timur,” ujarnya.
JK menjelaskan polemik bermula setelah PSSI Flores Timur menerima undangan menghadiri rapat bersama Panitia ETMC dan KONI Flores Timur di ruang kerja Wakil Bupati Flores Timur pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Namun, ia memutuskan untuk tidak menghadiri rapat tersebut karena menilai terdapat persoalan administratif dalam surat undangan.
“Undangan itu juga ditunjukkan kepada unsur Executive Committee (Exco), padahal seharusnya Exco mendapatkan undangan dari PSSI Flores Timur sebagai lembaga agar mekanisme organisasi tetap dihormati,” katanya.
Ia juga menyoroti surat undangan yang ditandatangani oleh KONI Flores Timur, bukan Panitia ETMC.
“Itu menjadi salah satu alasan saya tidak menghadiri rapat tersebut,” jelasnya.
Meski beberapa pengurus PSSI Flores Timur hadir dalam pertemuan itu, JK menegaskan kehadiran mereka tidak dapat diartikan sebagai persetujuan resmi organisasi.
“Kehadiran pengurus dalam rapat bukan berarti organisasi telah menyetujui keputusan yang dibahas. Sesuai Statuta PSSI, keputusan strategis harus melalui mekanisme organisasi dan mendapat persetujuan Ketua PSSI Flores Timur,” tegasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa Hasan Haju telah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Perseftim.
“Belum ada persetujuan resmi dari saya sebagai Ketua PSSI Flores Timur. Jadi, keputusan itu belum sah,” katanya.
Johanis menegaskan dirinya tidak akan menandatangani Surat Keputusan (SK) Penunjukkan pelatih apabila prosesnya tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.
“Saya tidak akan menandatangani SK jika prosedurnya tidak dijalankan sesuai aturan. Ini adalah bentuk tanggung jawab saya dalam menjaga tata kelola organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, SK pelatih merupakan dokumen penting yang dibutuhkan dalam proses administrasi, termasuk pendaftaran tim melalui aplikasi SIAP PSSI.
Karena itu, Johanis berharap seluruh pihak dapat mengedepankan mekanisme organisasi agar persiapan Perseftim sebagai tuan rumah ETMC XXXV berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.*
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
