Menggapai Beasiswa Kuliah Gratis, Puluhan Guru PAUD di Sikka Ikut Bimtek

Meningkatkan kwalitas Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemerintah Pusat membuka kesempatan bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi melalui program beasiswa kuliah gratis. 

Guna menggapai program beasiswa kuliah gratis ini, puluhan guru PAUD Informal mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pembelajaran mendalam.

Bimtek yang diinisiasi Himpauddi Kabupaten Sikka ini berlangsung di Layanan PAUD Dela Sale Aula serbaguna, Jalan Nong Meak, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, NTT.

“Bimtek ini berawal dari adanya program pemerintah berupa beasiswa pemenuhan kualifikasi pendidik yang berijazah Sarjana Pendidikan Guru PAUD. Dan di Kabupaten Sikka Himpauddi masih minim untuk mendapatkan kualifikasi akademik ini,” kata Olga Oktaviana Naga, Ketua Himpauddi Kabupaten Sikka kepada kaddes.net, Rabu 22 Juli 2026 petang. 

Olga menjelaskan, sebenarnya program beasiswa kuliah gratis yang digalakkan Pemerintah ini telah berjalan kali ketiga.

Akan tetapi peserta program sangat terbatas akibat keterbatasan informasi, jarak domisili jauh dari pusat kota disertai dengan masih adanya wilayah pedesaan yang jauh dari jangkauan jaringan internet.

“Oleh karena itu, kita berinisiatif untuk mengumpulkan para guru paud informal agar bisa mendapatkan bimbingan teknis sehingga bisa mengikuti program beasiswa dari pemerintah,” papar Olga. 

Ia menjelaskan, dalam Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini, para guru PAUD dibekali sejumlah materi.

Diantaranya kata dia, pelajaran mendalam yang nantinya terintegrasi pada mata kuliah yang akan ditempuh selama pendidikan.

Juga materi literasi dan mempersiapkan para guru dalam perkuliahan dengan sistem kuliah jarak jauh. 

“Dari 90 guru yang mengikuti Bimtek 60 orang telah dinyatakan lolos ke sejumlah perguruan tinggi untuk kuliah,” katanya.

“Yang terbanyak itu terdaftar di Universitas Terbuka. Semoga masih ada teman-teman lain yang bisa lolos karena penutupan pendaftaran pada 30 Juli mendatang,” ungkapnya.

Menurut Olga, para guru PAUD yang mengikuti Bimtek merupakan guru PAUD non formal ini juga memiliki alasan sendiri agar bisa mengikuti program kuliah gratis.

Pasalnya, ada kebijakan di tingkat Desa yang mengharuskan para guru PAUD yang mengajar harus memiliki ijasah harus berijazah sarjana, jika tidak maka tidak bisa mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik yang dibiayai oleh pemerintah Desa. 

“Ini menjadi kekhawatiran para guru di mana mereka merupakan tenaga penggerak dan pencetus berdirinya PAUD di desa. Sebagian dari mereka merupakan kader posyandu dengan bekal seadanya namun mau mengabdikan diri untuk mendidik anak usia dini di desa mereka.”

“Maka kita wajib mendukung agar para guru bisa mendapatkan pendidikan Perguruan Tinggi melalui program kuliah gratis ini,” kata Olga.

Olga menambahkan, para guru yang telah diterima di sejumlah Perguruan Tinggi untuk mengikuti beasiswa kuliah gratis ini nantinya dikelompokkan dalam dua kategori sesuai usia.

Di mana usia dibawah 42 tahun hanya menempuh 3 semester atau satu setengah tahun dan diatas 42 tahun hanya menjalani perkuliahan selama dua semester.

Maria Veronika Rere, guru di Kelompok Belajar Restorasi Patisomba saat mengikuti Bimtek ini mengaku senang bisa mendapatkan pengetahuan bukan saja untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi secara gratis.

Namun juga sebagai sarana untuk memperkaya diri dalam mengabdikan diri sebagai guru bagi generasi muda usia dini. 

“Apa yang saya dapatkan disini akan saya terapkan di lembaga pendidikan kami di desa bersama teman-teman guru supaya bisa menyusun modul pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak,” ucapnya.*

Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *