Beberapa pekan ini pasca bentrok antar warga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar isu di media sosial bahwa bentrok tersebut memiliki kaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Terkait isu ini, jurnalis Kaddes.net mendapatkan kesempatan wawancara eksklusif dengan Letnan Kolonel Inf. Erly Merlian, S.I.P., Komandan Kodim 1624 Flores Timur pada Selasa, 21 Juli 2026 di ruang kerjanya.
Erly Merlian kepada Kaddes.net menjelaskan bahwa konflik atau sengketa tanah di pulau Adonara, khususnya Adonara Timur bukanlah persoalan baru.
Sejak lama perselisihan itu sudah terjadi antara beberapa keluarga, masyarakat di Kampung Lewonara, Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak terkait lahan adat di wilayah itu.
Persoalan yang semulanya hanya bersifat internal beberapa keluarga itu, kemudian melebar melibatkan banyak pihak.
Erly Merlian menilai penyebaran narasi yang mengaitkan konflik kedua desa dengan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih justru memperkeruh suasana.
“Konflik lahan adat itu sudah lama, bukan baru terjadi. Jika ada yang bilang konflik ini terjadi karena ada pembangunan koperasi itu jelas tidak benar. Jangan sampai masyarakat termakan isu yang menyesatkan,” ungkap Erly.
Erly mengatakan hingga saat ini belum ada pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih di desa Waiburak karena lahannya belum memenuhi persyaratan.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025, Inpres Nomor 17 Tahun 2025, dan Surat Edaran Menteri Koperasi No. 4/2025, mensyaratkan bahwa lahan pembangunan KDMP harus memiliki status hukum yang jelas untuk menghindari sengketa.
“Karena memang diketahui wilayah di desa itu, sudah ada sengketa lahan adat dari dulu, maka belum memenuhi ketentuan sesuai peraturan,” ungkap Erly.
Ia menegaskan saat ini TNI/POLRI telah memperketat keamanan di perbatasan kedua desa untuk menjamin keselamatan warga, memutus dendam lama dan mengawal proses rekonsiliasi bersama tokoh adat.
“Mari stop penyebaran narasi provokatif, bersatu kita dukung perdamaian dan kemajuan ekonomi Adonara,” ajak Erly Merlian.
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
