Dua Turis Asal China Tenggelam di Pulau Kelor-‘Korban Ditemukan di Kedalaman 23 Meter’

Kasus kecelakaan laut yang dialami Wisatawan mancanegara kembali terjadi di kawasan wisata laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

Rabu 15 Juli 2026, dua turis asal China, masing-masing Guo Xingyou (Perempuan) & Sha Gingyang(Laki-laki) tenggelam saat snorkling di Perairan Pulau Kelor Labuan Bajo. 

“Kedua turis ini tenggelam usai diterjang gelombang tinggi saat snorkling di perairan Pulau Kelor,” Kata Fatur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere, Rabu petang. 

Fatur menjelaskan, usai mendapatkan laporan, Personil Pos Sar Labuan Bajo bersama Potensi Sar gabungan langsung diturunkan ke lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pencarian kedua wisawatan asal China. 

Dan pada Pukul 12.45 Wita, tim Sar gabungan berhasil menemukan salah satu korban bernama Guo Xingyou (Perempuan) dalam kondisi tak sadarkan diri dan langsung diberi tindakan RJP (Resutisasi Jantung Paru) oleh wisatawan sekitar serta dari Tim SAR Gabungan saat menuju perjalanan ke Pelabuhan Bajo. 

“Saat tiba di RSUD Komodo, korban sempat diberi penanganan, namu dokter menyatakan korban telah meninggal dunia,” papar Fatur. 

Selanjutkan, lanjut Fatur, Tim SAR Gabungan terus berusaha mencari satu korban lainnya yang masih hilang di perairan pulau kelor, dengan cara penelusuran di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan para nelayan dan potensi. 

“Pukul 16.44 WITA Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Korban Ke-2 pada koordinat 8°32’50.59″ S – 119°49’7.15” E di kedalaman 23 Meter dengan kondisi Meninggal Dunia (MD) dengan Jarak 0.21 Nautical Miles dari Lokasi Kejadian,”tegasnya.

Fatur menambahkan, usai ditemukan, tim Sar gabungan pun membawa korban menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna tindakan selanjutnya dan korban akan diserahkan ke pihak Medis RSUD Komodo Labuan Bajo. 

“Dengan ditemukan nya seluruh korban, maka Operasi Pencarian dinyatakan ditutup dan Tim SAR Gabungan kembali ke satuan nya masing-masing,” tandas Fatur.*

Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *