Peristiwa loncat ke laut yang dilakukan Nataniel Emanuel Siola Guna, salah satu penumpang kapal KM Lambelu, warga asal Desa Oe Sayang Watololong, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT saat berlayar dari pelabuhan Balikpapan menuju Larantuka, membuat pihak Pelni angkat bicara.
Pihak PT. Pelni melalui Nahkoda Kapal KM Lambelu, Capt. Ahmad menjelaskan, aksi nekat terjun ke laut yang dilakukan penumpang ini terjadi pada Rabu 15 Juli 2026 pukul 01.19 WIB, saat kapala Lambelu dalam pelayaran dari Pelabuhan Bau Bau tujuan Maumere, tepatnya di laut Flores dengan posisi 3 mile Utara Pulau Besar 08° 22.310 S dan 122º 23.272 E.
“Pada jam 01.20 wib, ada laporan ke anjungan oleh Kadet Deck, Fahri Iqzan Alham. Kebetulan berada di dekat lokasi saat akan menjalankan tugas, mendengar orang teriak ada orang melompat ke laut dari deck 7 sebelah kiri (di bawah sekoci antara sekoci No. 4 dan No. 6,” papar Capten Ahmad, Nahkoda KM Lambelu.
Usai mendapatkan laporan, lanjut Capten Ahmad, Mualin Dua yang bertugas sebagai perwira jaga langsung menekan tombol MOB di ECDIS dan kemudian langsung mengarahkan haluan kapal ke kiri.
“Jam 01.23 LT Mualim jaga lapor kejadian itu kepada saya dan kepala Kamar Mesin untuk persiapan olah gerak di lokasi kejadian korban lompat dari kapal,” terangnya.
Setelah itu, selaku Nahkoda, lanjut Ahmad, pada Jam 01.25 LT, ia mengambil alih komando untuk berolah gerak menuju ke lokasi korban melompat dengan menurunkan Tim Darurat dan regu penolong bersama anak buah kapal dengan menyiapkan pelampung bulat (Lifebouy), Life Jacket di haluan dan sisi lambung kiri-kanan kapal serta menyiapkan sekoci penolong.
“Selaku Nakhoda, kami melaporkan kejadian pimpinan Pelni di Jakarta. Dan langsung melakukan pencarian korban posisi kapal berputar sebanyak 3 kali ke kiri dan 2 kali ke kanan mengitari posisi titik koordinat terakhir kali orang yang melompat terlihat,” terangnya.
Ia menambahkan, pihak kapal melaporkan kejadian melalui Radio VHF Chanel 16 pada kapal-kapal sekitar lokasi dan Stasiun Radio Pantai terdekat yaitu Maumere, Radio frekwensi 6125,0 KHz.
“Kondisi cuaca gelap, kecepatan angin 7-10 knot, arah arus dari Timur. Melalui radio kami pun sampaikan ke kapal-kapal sekitar bahwa ada penumpang yang terjun ke laut dan korban belum ditemukan. Dan kami memutuskan untuk melanjutkan pelayaran ke pelabuhan tujuan Maumere,” tambahnya.
Noben Da Silva, salah satu penumpang kapal Lambelu yang ikut dalam pelayaran itu mengatakan, barang-barang milik korban berupa satu buat Tas Ransel berisi Pakaian, ATM BRI, BNI TAPLUS, ATM BSI, buku Tabungan Bank Mandiri, kartu keluarga, satu buah Hp yang sudah rusak.
Barang-barang milik korban itu telah diserahkan pihak kapal ke salah satu rekan kerja korban yang juga berasal dari Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
“Tadi barang-barang milik korban telah diserahkan satpam kapal ke salah satu kerabat korban,” kata Noben.*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
