Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kabupaten Flores Timur, Periode 2026-2030, resmi dilantik pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Ketua dan Pengurus Patelki DPC Flores Timur ini dilantik langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PATELKI NTT, Theophilus Rengga, S.Si di Aula Hotel Geopermai, Larantuka.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Petrus Pehan Tukan, Kepala Bidang SDK, Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Dokter spesialis Patologi Klinik RSUD Larantuka, dr. Maria Theresia Nula Pandai., M.Med.Sc.,Sp.PK, dan Ketua Organisasi Profesi Tenaga Kerja Kesehatan Se-Kabupaten Flores Timur.
Ketua terlantik, Muhammad Sidik,A.Md.AK dalam sambutannya mengatakan sebagai organisasi Profesi Kesehatan, Patelki memiliki peran strategis dalam meningkatkan Kompetensi, Profesionalisme dan martabat Ahli Teknologi Laboratorium Medik.
Sebab itu, Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota PATELKI untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan dan seluruh organisasi profesi kesehatan lainnya sebagai mitra strategis.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terkhususnya masyarakat di kabupaten Flores Timur yang sama sama kita cintai ini,” kata Sidik.
Dalam sambutannya, Ia juga menyampaikan harapan, agar Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan terus memberikan dukungan yang berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana laboratorium di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Ketersediaan peralatan laboratorium yang memadai, modern dan terstandar akan sangat membantu tenaga laboratorium medik dalam memberikan hasil pemeriksaan yang cepat, tepat, dan akurat,” tutur Sidik.

Menurut Sidik, peningkatan kualitas laboratorium bukan hanya menjadi kebutuhan profesi tetapi merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Flores Timur .
“Mari kita tinggalkan sikap saling menyalahkan dan membangun budaya saling mendukung, dengan kebersamaan, komunikasi yang baik dan rasa memiliki terhadap organisasi, menjadikan PATELKI sebagai rumah bersama yang mampu menghadirkan manfaat bagi anggota profesi maupun masyarakat,” ajak Nakes yang kini bertugas di Puskesmas Waiwadan ini.
Peningkatan SDM Anggota PATELKI
Sementara itu, oleh ketua DPW PATELKI NTT, Theophilus Rengga, S.Si dalam sambutannya mendorong anggota PATELKI untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat beradaptasi dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang.
“Alatnya bagus tapi SDM nakesnya tidak siap, juga percuma. Alatnya hanya taruh di Puskesmas tidak digunakan karena SDM nya tidak dilatih,” jelas Theopilus.
Menurut Theopilus, di tengah efisiensi anggaran, setiap daerah mempunyai kebijakan sendiri mengenai tugas dan izin belajar.
Namun, dirinya berharap agar izin belajar dengan biaya sendiri dapat diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk peningkatan SDM bagi anggota Patelki.
“Anggota Patelki, paling tidak harus punya izin belajar dari pemerintah daerah, dengan biaya sendiri, sehingga kita kuliah, tidak percuma juga,” tandas Theopilus.
Diakhir sambutannya, Theopilus mendorong agar dalam kerja-kerja organisasi, PATELKI Flores Timur dapat berkerja sama dengan organisasi profesi lainnya di Flores Timur.

“Kerja sama dan sinergi antara organisasi profesi menjadi penting karena apabila ada kegiatan atau aksi hal itu dapat dikordinasikan bersama,” tandasnya.
“Tujuannya sama, agar kita dapat membangun daerah kita masing-masing khususnya di Flores Timur ini di bidang kesehatan,” tutup Theopilus.
PATELKI Pilar Penting Pelayanan Kesehatan
Sementara itu, mewakili Bupati Flores Timur, Petrus Pehan Tukan, Asisten III Bidang Administrasi Umum, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPC PATELKI Flores Timur yang baru saja dilantik.
Petrus Tukan mengatakan teknologi laboratorium medik merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Di mana, dibalik setiap keputusan klinis yang tepat terdapat hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat, cepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Petrus menjelaskan kemajuan pelayanan kesehatan tidak saja ditentukan oleh kecanggihan peralatan tetapi juga bergantung pada kualitas sumberdaya manusia, yang mengoperasikan, mengembangkan dan menjaga mutu pelayanan.
“Karena itu, PATELKI memiliki tanggung jawab besar, untuk terus meningkatkan kompetensi anggota, menjunjung tinggi etika profesi, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan pasien,” ungkap Petrus.
Petrus menegaskan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Upaya ini, kata Petrus tentu membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk organisasi profesi Patelki.
“Saya berharap DPC Patelki Kabupaten Flores Timur, dapat menjadi mitra strategis Pemerintah dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ahli laboratorium. Mendukung, penguatan layanan laboratorium di rumah sakit, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya,” tutur Petrus.

Petrus menegaskan tantangan kesehatan kedepannya semakin kompleks. Penyakit menular masih menjadi perhatian, sementara penyakit tidak menular terus meningkat.
Perubahan pola hidup, perkembangan teknologi hingga tuntutan pelayanan yang semakin cepat mengharuskan tenaga kesehatan untuk terus belajar, beradaptasi dan berinovasi.
“Saya percaya Patelki Flores Timur mampu menjawab tantangan tersebut, dengan membangun organisasi profesional dan adaptif,” ungkap Petrus.
Diakhir sambutannya, Petrus berharap pengurus yang baru, tidak hanya menjadi struktur organisasi semata tetapi menjadi wadah yang mampu menghadirkan pelayanan bagi anggota, institusi pelayanan kesehatan dan terutama masyarakat Flores Timur.
Pengurus baru, diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, perkuat kolaborasi lintas profesi, serta menjadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman dan meningkatkan kualitas pelayanan yang humanis, profesional dan berintegritas pada masyarakat.
“Semoga amanat yang dipercayakan ini dapat dijalankan penuh dedikasi, integritas, profesionalisme dan semangat pengabdian,” tutup Petrus.*
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
