Kisah Kristo, Seorang Driver Bekerja Dalam Diam Hadirkan Luna Maya Bangun TK Sinar Watu Gong di Maumere

Seorang driver atau sopir, biasanya melakukan pekerjaan menjemput dan mengantar penumpang dan wajib menjaga serta menjamin keamanan selama dalam perjalanan mengemudi hingga tempat tujuan. 

Namun tidak bagi Kristoforus Isa Mia, pemuda paruh bayah yang dalam keseharian bekerja sebagai seorang driver taksi Bandara Frans Seda Maumere. 

Ternyata selama menjalani profesi sebagai seorang driver, Kristo, demikian panggilan keseharian pun membangun komunikasi dengan kalangan luas, mulai dari petani, pejabat hingga artis ibu kota. 

Salah satunya adalah Luna Maya yang datang ke Kota Maumere, Kabupaten Sikka, tepatnya di Dusun Brai Desa Watu Gong, untuk memberikan bantuan pembangunan gedung sekolah baru bagi siswa taman kanak-kanak Sinar Watu Gong. 

Kedatangan Luna maya ini pun tak terlepas dari peran Kristo yang bekerja dalam diam sambil mengemudikan kendaraan. 

Kristo saat ditemui Kaddes.net disela aktivitasnya sebagai driver mengisahkan, sejak tahun 2025 lalu hubungannya bersama Luna Maya dengan Yayasan Luna Maya Nawasena meminta dirinya untuk mencari kondisi bangunan sekolah yang tidak layak di Kabupaten Sikka, untuk dibantu. 

Ditengah kesibukan sebagai seorang sopir, ia pun mencari sejumlah sekolah yang dalam kondisi rusak parah, sebagai bentuk tanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan. 

Salah satu sekolah yang menjadi incaran Kristo yakni SMP Negeri 48 Gai Kiu yang berada di Desa Bu Barat, Kecamatan Tanawawo yang dibangun dengan kondisi darurat namun ambruk saat angin kencang beberapa waktu lalu. 

Rencana bantuan pembangunan di SMP Negeri Gai Kiu pun akhirnya batal, lantaran pembangunan gedung sekolah baru itu dibiayai dari pemerintah pusat. 

“Saat mendapat kepercayaan dari Luna Maya, saya lalu mencari sekolah yang diinginkan. Salah satunya SMP Negeri 48 Gai Kiu. Tim dari Yayasan Luna Maya pun telah turun ke lokasi sekolah. Dan setelah ada informasi dari pihak sekolah bahwa pemerintah pusat akan membangun, akhirnya bantuan dari Luna Maya pun dialihkan ke sekolah lain,” kisahnya. 

Walaupun rencana awalnya gagal, lanjut Kristo, ia pun tetap berkoordinasi dengan tim Yayasan Luna Maya agar bisa membantu pembangunan gedung sekolah darurat yang ada tanah kelahirannya, termasuk TK Sinar Watu Gong. 

Dan pada tanggal 15 Mei 2026 lalu, ia pun kembali mendapatkan informasi bahwasan pihak Yayasan Luna Maya Nawasena sangat tertarik untuk memberikan bantuan ke TK Sinar Watu Gong, lantaran memiliki kisah yang menyentuh hati kecil Luna Maya. 

“Karena selama 32 tahun anak-anak TK Sinar Watu Gong, harus belajar dengan menumpang di gedung SDK Brai. Dan sejak 10 bulan terakhir, belajar di rumah guru lantaran ketiadaan tanah dan gedung sekolah,” lanjut Kristo mengisahkan. 

Mendapat angin segar dari pihak Luna Maya, Ia tidak hanya terus membangun pun komunikasi dengan kepala sekolah TK namun mencari sahabatnya untuk menggambar banguna sekolah sesuai dengan yang diinginkan pihak Luna Maya, termasuk memastikan bahwa Sekolah telah memiliki lahan sendiri untuk dibangunnya gedung sekolah baru agar anak-anak nantinya belajar dengan nyaman. 

“Hingga tiga hari menjelang kedatangan ibu Luna Maya saya terus berkomunikasi dengan pihak sekolah dan puji Tuhan, kemarin doa itu terkabul. Ibu Luna Maya hadir ditengah masyarakat Desa Brai dengan melakukan peletakan batu pertama,” paparnya. 

Ia menurutkan, bantuan pembanguan gedung Sekolah TK Sinar Watu Gong oleh Luna Maya senilai Rp. 250 juta. Dan rencananya akan dibangun dua ruang belajar siswa, satu ruangan kantor sekolah dilengkapi dengan MCK dan juga listrik.*

Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *