Upacara pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu 27 Juli 2026, tersimpan kisah inspiratif dengan keterbatasan namun kerja keras, dan tekad untuk mengabdi kepada negara.
Betapa tidak, Aji Bayu Ramadan Putra seorang buruh bangunan dari Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinobatkan sebagai lulusan terbaik IPDN Angkatan 33 tahun 2026.
Di Kabupaten yang masuk dalam kategori 3T dengan segala keterbatasan, Aji Bayu Ramadhan tumbuh dalam keluarga sederhana bersama Ibu dan seorang Ayah buruh bangunan yang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, mengikuti proyek kecil demi proyek kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Namun keterbatasan itu tak menyurutkan buah cinta pasangan Winoto Hadi dan Wahyuniarti untuk belajar hingga akhirnya meraih cita-cita sebagai Abdi negera dengan predikat lulusan terbaik.
Predikat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026, yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
“Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan,” kata Aji Bayu Ramadhan, usai pelantikan.
Lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, yang mendaftar melalui jalur asal Provinsi NTT ini mengisahkan, pesan kedua orang tuanya menjadi pegangan selama menempuh pendidikan di IPDN, terutama untuk senantiasa rendah hati dan dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
“Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah,” ujar Aji Bayu.
Dengan penuh haru Aji menuturkan, keterbatasan ekonomi yang dialami keluarganya justru menjadi motivasi baginya untuk terus mengasah kemampuan diri selama menjalani pendidikan.
Dikutip dari halaman towa.co.id, setelah resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda, Aji berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan guna meningkatkan pelayanan publik.
“Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Di akhir keterangannya, Aji berpesan kepada generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar tidak berkecil hati dalam mengejar cita-cita. Ia menekankan pentingnya kerja keras, doa orang tua, dan semangat belajar sebagai kunci meraih kesuksesan.*
Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint
