Sabtu Pagi Dua Gunung Api di NTT Erupsi

Hanya berselang satu setengah jam, Dua gunung api di Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi, Sabtu 27 Juni 2026.

Kedua gunung api tersebut, Masing-masing gunung api Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata dan gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. 

Data Badan Geologi merekam, pukul 11:39 Wita, gunung api Lewotobi laki-laki mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1.884 m di atas permukaan laut). 

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi ± 55 detik.

Sementara itu, pada pukul 10:08, gunung Ili Lewotolok di pulau Lembata pun mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1.723 m di atas permukaan laut). 

Petugas Pos Pemantau Ili Lewotolok, Jefry Pugel mengatakan, saat terjadi erupsi, Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 31.2 mm dan durasi ± 52 detik.

“Saat erupsi disertai dentuman sedang,” terang Jefri. 

Saat ini, jelas Jefri, status gunung ili Lewotolok berada pada level waspada. Sehingga masyarakat di sekitar gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat erupsi. 

“Warga di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut dari gunung perlu mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas,” tegasnya. 

Badan geologi pun meminta agar masyarakat yang berada di kaki gunung Lewotobi laki-laki untuk tidak mendekati pusat erupsi sejauh 5 kilometer, mengingat ancaman erupsi masih terus terjadi. *

Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *