Terkait pabrik ikan Integrated Cold Strorage (ICS) Oka yang mubazir mendapat sorotan dari Vinsensius Hikon, anggota DPRD Komisi II, Kabupaten Flores Timur.
Vinsensius menyebut hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah Kabupaten Flores Timur terkait pengelolaan pabrik ikan tersebut.
Vinsensius mengatakan pihaknya dari Komisi II DPRD Flores Timur telah turun ke lokasi melakukan pengecekkan kondisi pabrik dan meminta konfirmasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur.
Ia menjelaskan dari hasil konfirmasi itu, dinas terkait menyebut saat ini sudah ada dua infestor yang menawarkan diri untuk mengelola.
“Namun pada akhirnya juga, tidak jelas informasi lanjutannya. Kita masih menunggu terkait kepastiannya,” tutur Vinsensius.
Pemerintah Mesti Serius
Vinsensius menyayangkan pabrik ICS Oka yang mubazir ini. Ia berharap pemerintah harus lebih serius mencari pihak ketiga untuk bekerja sama mengelola aset daerah tersebut agar kehadirannya dapat bermanfaat bagi masyarakat maupun daerah.
“Jika pabrik beroperasi, ekonomi bisa tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Flores Timur. Nelayan kita akan menjadi supplier utama di perusahaan ini. Tentunya, akan terjadi persaingan harga ikan dan ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat nelayan, terutama nelayan di Flores Timur,” tutur Vinsensius.
Tak hanya itu, Kader Partai Gerindra Flores Timur ini mengatakan jika pabrik ini dikelola oleh pihak ketiga, pabrik ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tidak sedikit nilai kontraknya. Bisa mencapai 400 juta per tahun,” sebut Anggota DPRD asal Dapil VII ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, Adrian Lamablawa memilih bungkam.
Pesan cat yang dikirimkan via whatsapp oleh media ini sejak Kamis, 7 Mei 2026 siang belum direspon oleh Adrian Lamablawa sebagai pimpinan dinas teknis terkait Pabrik ICS Oka. *
Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto
