Akses Pendidikan Buruk, 30 Persen Anak SD di Sumba Tengah Tempuh Jarak 40 KM ke Sekolah

Paulus Sekayu Karugu Limu, Bupati Kabupaten Sumba Tengah (Foto: Istrahat)

Buruknya akses pendidikan menjadi sorotan Paulus Sekayu Karugu Limu, Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Paulus mengatakan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerintah Kabupaten Sumba Tengah masih memiliki sejumlah tantangan yakni dalam sektor pendidikan.

Ia mengungkapkan anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumba Tengah, tiap harinya menempuh jarak hingga kurang lebih 10 kilometer untuk bersekolah.

“Bahkan jarak tempuh pulang pergi bisa mencapai 40 kilometer. Ini kondisi riil yang kami hadapi,” ungkap Paulus dalam sambutannya saat menerima Kunjungan Kerja Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Melky Laka Lena di Aula Bapperida Kabupaten Sumba Tengah pada Minggu, 15 Maret 2026, siang.

Pemerintah Daerah, kata Paulus telah menyiapkan program beasiswa pendidikan namun akses pendidikan masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Sumba Tengah.

“Dimana, sekitar 30 persen anak-anak sekolah di wilayah Sumba Tengah masih melewati padang savana dan menempuh jarak yang sangat jauh untuk bersekolah,” ungkap Paulus.

Paulus mengakui Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi NTT dengan membuka akses pendidikan.

“Bantuan berupa membuka sekolah rakyat maupun sekolah terintegrasi, agar akses pendidikan masyarakat dapat semakin terbuka,” tutup Paulus. *

Penulis: Tim Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *