Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi dipercayakan oleh Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) sebagai mitra strategis dalam pembentukan Pusat Studi Kepolisian (PSK).
Keputusan strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi virtual antara Mabes Polri, Polda NTT dan delegasi Undana pada Kamis, 5 Februari 2026.
Penunjukan ini menjadikan Undana sebagai pusat keunggulan (center of excellence) sekaligus think tank yang akan mengawal transformasi penegakan hukum berbasis riset ilmiah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pusat studi ini dirancang untuk menjembatani kebijakan operasional kepolisian dengan standar akademik tinggi guna memastikan setiap langkah penegakan hukum selaras dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan Kontemporer.
Sub Koordinator Humas Undana, Ollien Manggol, S.KM., M.PA., CRA., dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata evidence-based policing.
“Undana akan terlibat aktif menyediakan kajian saintifik bagi pengembangan fungsi kepolisian. Kebijakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ke depan akan dirumuskan berdasarkan data dan riset yang komprehensif,” kata Ollien.
Ollien menjelaskan kerja sama ini mencakup aspek yang luas, mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga modernisasi taktis di lapangan, guna menciptakan institusi Polri yang lebih profesional dan transparan.
“Terpilihnya Undana sebagai mitra Mabes Polri diharapkan mampu menciptakan model kepolisian yang lebih humanis dan profesional bagi seluruh masyarakat di bumi Flobamora,” ujar Ollien.
Ollien menambahkan Pusat Studi Kepolisian dijadwalkan akan diresmikan secara formal (launching) pada Maret 2026.
“Menjelang peluncuran, kedua institusi fokus pada sinkronisasi regulasi internal serta penyiapan infrastruktur operasional di lingkungan kampus Undana,” tutup Ollien. *(Tim Redaksi)
