Rumah Mandiri Terintegrasi Jadi Program Unggulan Sumba Tengah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kunjungan kerja Gubernur NTT di Kabupaten Sumba Tengah (Foto: Ist.)

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah di bawah pimpinan Bupati Paulus Sekayu Karugu Limu dan Wakil Bupati, Marthinus Umbu Djoka memiliki salah satu program unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yakni program Rumah Mandiri Terintegrasi.

“Dalam program ini, pemerintah membangun ribuan rumah sehat yang dilengkapi fasilitas sanitasi, listrik, serta pemanfaatan pekarangan produktif,” kata Paulus dalam sambutannya saat menerima kunjungan kerja Gubernur NTT di Aula Bapperida Kabupaten Sumba Tengah pada Minggu, 15 Maret 2026, siang.

Program Rumah Mandiri Terintegrasi merupakan salah satu program unggulan yang dirancang dengan tujuan untuk  menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat dan mengatasi kemiskinan.

“Rumah yang dibangun tidak hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Paulus.

Program ini diperkuat melalui Pekarangan Pro Oli Mila (PK POM) sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan berupa 3 ekor kambing, 11 ekor bebek jantan dan betina serta 1.000 ekor ikan lele.

“Selain itu, setiap keluarga penerima manfaat juga dapat dukungan pengembangan tanaman hortikultura di lahan pekarangan sekitar dua are,” jelas Paulus.

Paulus mengklaim program ini dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, dengan estimasi pertumbuhan ekonomi keluarga sekitar Rp2,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan.

Anggarkan 157 Milyar Rumah Layak Huni

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan mengapresiasi program Rumah Mandiri Terintegrasi oleh Pemerintah Sumba Tengah.

Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp157 miliar untuk pembangunan rumah layak huni.

Anggran yang disebut sebagai alokasi terbesar sepanjang sejarah untuk Program Rumah Layak Huni oleh Pemerintah Provinsi NTT ini dimulai dari Kabupaten Sumba Tengah.

“Program ini akan kita mulai dengan fokus awal di Sumba Tengah,” ungkap Melki.

Sementara itu, dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat, Gubernur menekankan akan penting penguatan ekonomi produktif melalui pemanfaatan KUR.

“Pemerintah provinsi akan membentuk desk atau tim pendamping yang membantu masyarakat dalam mengakses KUR, mulai dari pemenuhan persyaratan perbankan hingga pelatihan literasi keuangan,” jelas Dia.

Sementara itu, di sektor pertanian, Gubernur Melki mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal melalui pengolahan dan pengemasan hasil produksi sebelum dijual ke pasar.

Ia mencontohkan sentra beras di Maropokot yang telah mampu mengemas beras dengan baik sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Saya minta tolong kepada Bupati, kalau bisa hasil produksi diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual,beras yang kita panen, kita kemas dulu baru jual,” ujar Melki. *

Penulis: Tim Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *