Mudik Lebaran dan Paskah Tahun 2026, Trans Flores Rawan Banjir Lahar Dingin Lewotobi

Bagi masyarakat yang hendak melakukan mudik Lebaran dan Paskah tahun 2026, harus berhati-hati saat melintasi jalur mudik Trans Nasional Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Khususnya di Kabupaten Flores Timur, tepatnya di ruas jalan Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang hingga Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura.

Betapa tidak, ruas jalan negara Trans Flores yang selalu dipadati transportasi ini selalu menjadi lokasi banjir lahar dingin yang datang dari puncak gunung Lewotobi Laki-laki.

“Jalur ini selalu menjadi lokasi aliran banjir lahar dingin dari puncak lewotobi,” ungkap Andris Koban, salah satu pengendara motor saar melintas, Kamis 12 Maret 2026.

Selain di Desa Dulipali, kata Andris, ruas jalan yang selalu menjadi langganan banjir lahar dingin Lewotobi pun terjadi di areal kebun kopi Desa Hokeng hingga pertigaan menuju Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki Desa Pululera.

Jamaludin, salah satu pengemudi bus Trans Flores Maumere-Larantuka juga mengatakan demikian.

“Kalau hujan deras di gunung, jalur ini selalu dialiri banjir lahar dingin,” paparnya.
Ia menuturkan, setiap terjadi hujan deras dia harus berhati-hati mengemudikan kendaraan saat melintasi jalan negara yang berada di kaki Gunung Lewotobi.

Pasalnya, setiap terjadi banjir, selain material pasir, material bebatuan pun terbawa arus banjir hingga menutupi ruas jalan dan pemukiman warga.

“Kadang kendaraan roda dua tidak bisa melintas dan harus putar balik. Jika nekat, pasti terbawa banjir,” ujarnya.

Jamal meminta, saat puncak arus mudik nanti, pihak terkait bisa membuka satu posko mudik di lokasi banjir guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.*

Penulis: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *