Anggota Komisi XI DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat melakukan kunjungan kerja di Kantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) Kupang, pada Rabu 4 Maret 2026.
Dalam kunjungan kerja tersebut Julie Sutrisno Laiskodat diterima langsung oleh General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono di ruang kerjanya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan perbatasan terutama bagi masyarakat yang selama ini masih terbatas menikmati layanan listrik yang andal.
Dalam diskusi berlangsung, Julie Laiskodat menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi kelistrikan di wilayah perbatasan, salah satunya Kecamatan Pureman di Kabupaten Alor yang berhadapan langsung dengan negara tetangga Timor Leste.
“Kita ingin kehadiran negara benar-benar dirasakan melalui cahaya listrik terutama di wilayah seperti Pureman. Harapan kami, tahun 2026 masyarakat di sana sudah bisa menikmati listrik yang andal,” kata Julie.
Julie menegaskan persoalan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, pemenuhan gizi dan kesejahteraan masyarakat.
“Termasuk mendukung Program Nasional seperti Makan Bergizi Gratis karena itu percepatan pemerataan listrik jadi kebutuhan masyarakat di sana,” ujar anggota DPR RI Komisi XI ini.
Menanggapi aspirasi tersebut, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan peta jalan (roadmap) untuk mewujudkan NTT terang 100 persen pada tahun 2028.
Roadmap ini disusun secara bertahap dengan memperhatikan kondisi geografis NTT yang kepulauan dan menantang. Melalui perencanaan yang matang, kerja sama dengan pemerintah, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus memperluas akses listrik di seluruh wilayah NTT. Target NTT terang 100 persen pada 2028 menjadi arah strategis kami,” jelas Eko.
Dalam pertemuan tersebut, PLN juga memaparkan upaya berkelanjutan melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi keluarga prasejahtera.
Program ini kata Eko, membantu masyarakat yang belum mampu menjangkau biaya pemasangan listrik, sehingga mereka dapat segera menikmati terang listrik di rumahnya.
“Melalui program bantuan pasang baru listrik, kami ingin memastikan keluarga prasejahtera juga merasakan manfaat kehadiran negara melalui listrik,” kata Eko.
Kunjungan kerja ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Akhir kegiatan, PLN UIW NTT menerima cinderamata dari warga Alor sebagai bentuk apresiasi atas upaya PLN dalam menghadirkan listrik di wilayah kepulauan.
Salah satu tokoh masyarakat yang mewakili warga kepulauan Alor menyampaikan harapan agar rencana percepatan listrik di perbatasan dapat segera terwujud.
Melalui sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan PLN, percepatan pemerataan listrik di Nusa Tenggara Timur diharapkan dapat terus diwujudkan. Mulai dari pusat kota hingga desa-desa di wilayah perbatasan.
Komitmen ini sejalan dengan semangat “PLN Hadir untuk Negeri” di mana kehadiran listrik menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial keagamaan di seluruh penjuru NTT.*
Penulis: Sutomo Hurint
