Dinas Sosial Flores Timur Salurkan Bantuan Darurat ke Warga Korban Konflik Waiburak-Narasaosina di Adonara NTT

Kantor Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur salur bantuan darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana sosial di Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 20 Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial Flores Timur, Benediktus B. Herin mengatakan  bahwa tujuan utama pemberian bantuan ini adalah meringankan beban warga dan menjadi penopang sementara di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tetap bisa bertahan, meski dalam keterbatasan,” ungkap Benediktus saat dikonfirmasi media pada Kamis, 23 Juli 2026.

Belum Sepenuhnya Aman

Benediktus menjelaskan bantuan untuk warga desa Waiburak langsung di antar ke lokasi. Sedangkan, untuk desa Narasaosina dititipkan di kantor camat karena situasi belum sepenuhnya aman.

“Setelah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa, diputuskan bahwa bantuan untuk Waiburak bisa langsung diantar ke lokasi, sementara bantuan untuk Narasaosina dititipkan di Kantor Camat,” ujarnya.

Kehadiran rombongan Dinas Sosial di Waiburak disambut hangat oleh pemerintah desa, tokoh adat dan warga. Mereka menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah.

Petugas juga meminta warga terdampak untuk menyerahkan data korban jiwa, ahli waris, korban luka, serta kerusakan rumah dan usaha melalui kepala desa.

“Data ini akan diteruskan ke Kementerian Sosial RI sebagai dasar penanganan lanjutan,” ujarnya.

Rincian Bantuan

Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok hingga perlengkapan darurat. Dengan rincian, dua ton beras, puluhan paket makanan siap saji, makanan anak, lauk siap saji, kasur, selimut, paket kebersihan keluarga, sandang dewasa, serta tenda gulung.

“Jumlahnya terbatas, namun diharapkan cukup menopang kebutuhan warga dalam beberapa waktu ke depan,” tutur Benediktus .

Ia menekankan bahwa bantuan ini bersifat darurat. Jika logistik tersedia, pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan tambahan.

“Kami berusaha agar masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” katanya.

Meski bantuan sudah tiba, proses identifikasi dampak bencana belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Warga masih diliputi rasa duka, sementara kondisi desa belum sepenuhnya kondusif.

Banyak warga kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan karena banyak rumah dan usaha yang dibakar dalam konflik tersebut.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *