Pembangunan KDMP di Flores Timur Lembata Raih Progres Keempat Tercepat di NTT

Komandan Kodim 1624/Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian, S.I.P

Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata, raih posisi keempat tercepat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Kodim 1624/Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian, S.I.P., menjelaskan untuk wilayah Kodim 1624, terdapat 100 titik rencana pembangunan KDKMP. Dari jumlah tersebut, 22 unit sudah selesai dibangun.  

“Posisi saat ini, 22 titik sudah selesai 100 persen. Kita di peringkat empat, tapi progresnya terus berjalan,” kata Erly kepada Kaddes.net di ruang kerjanya, Rabu, 15 Juli 2026.

Lebih rinci, Erly Merlian merincikan untuk wilayah Kabupaten Flores Timur, wilayah kerja Koramil Boru terdapat 13 titik pembangunan KDMP. Sebanyak, 5 titik  diantaranya sudah rampung.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Larantuka memiliki 30 unit titik pembangunan, 9 unit diantaranya sudah selesai dibangun.

“Untuk wilayah kepulauan, pulau  Adonara terdapat 9 unit, masih dalam tahap pengerjaan dan pulau Solor, dari 6 titik, 1 unit sudah selesai dibangun,” ungkap Erly.

Sedangkan, untuk wilayah Kabupaten Lembata, dari 28 titik pembangunan, 6 unit di antaranya sudah rampung.

“Di Kecamatan Omesuri dengan 7 unit belum ada yang capai 100 persen. Untuk Kecamatan Nagawutung dari 7 unit, 1 unitnya sudah rampung,” jelas Erly.

Dengan capaian ini, Flores Timur berada di bawah Timor Tengah Utara yang menempati posisi pertama, Kabupaten Ende di urutan kedua, dan Kabupaten Kupang di posisi ketiga.

Dorong Percepatan Pembangunan KDMP

Erly Merlian menegaskan percepatan pembangunan menjadi fokus utama agar target bisa segera tercapai. Namun, demikian perjalanan pembangunan tidak selalu mulus.

Erly mengakui ada sejumlah kendala yang membuat progres di beberapa titik berjalan lambat. Salah satunya adalah faktor kearifan lokal.

“Di sini, kalau ada kematian atau urusan adat, pekerjaan otomatis berhenti. Itu bagian dari budaya yang harus kita hormati,” jelasnya.

Selain itu, cuaca buruk di awal tahun juga menjadi tantangan besar. Hujan deras dan angin kencang membuat pengiriman material non lokal dan pabrikasi, terhambat.

“Ketika distribusi terganggu, otomatis pengerjaan di lapangan ikut melambat,” papar Erly.

Upaya Percepatan Untuk mengatasi hambatan tersebut, pihak Kodim bersama PT Agrinas sebagai mitra yang terikat dalam MoU selama 92 hari kerja terus mendorong percepatan.

Adapun upaya yang ditempuh adalah pertama, memastikan material ada di lokasi sesuai perencanaan. Kedua, menambah jumlah tukang dan ketiga, melaksanakan pekerjaan lembur.

“Langkah-langkah ini diharapkan bisa menutup ketertinggalan progres, sehingga Flores Timur tidak hanya bertahan di posisi keempat, tetapi mampu mengejar daerah lain yang lebih dulu mencapai target,” jelas Erly.

Ia berharap pembangunan KDKMP bukan sekadar proyek fisik. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.

Sosok yang dikenal low profile ini menekankan bahwa semangat gotong royong dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan KDMP sesuai target.

“Kalau semua pihak terlibat, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, saya yakin target bisa tercapai lebih cepat,” tutup Erly*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *