DLH Flores Timur Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI Melalui Aksi Bersih Sampah di Kota Larantuka

Staf dan pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kab. Flores Timur sedang melakukan aksi bersih-bersih sampah di Taman Kota Larantuka

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur menggelar kerja bakti melalui aksi bersih-bersih sampah di Kota Larantuka pada Jumat, 5 Juni 2026.

Mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim, kegiatan kerja bakti ini melibatkan seluruh bidang dan pegawai di lingkungan DLH Kabupaten Flores Timur.

Aksi bersih-bersih sampah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) melalui aksi nyata menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel kekuatan yang dipimpin Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, Hendrikus Kristian Edi Jaya Lamanepa, pada pukul 08.00 Wita di Taman Lokea, Kota Larantuka.

Setelah apel, peserta langsung bergerak menuju lokasi kerja bakti yang telah ditentukan sesuai pembagian tugas masing-masing bidang.

Adapun lokasi kerja bakti meliputi, Taman Patung Herman Fernandez oleh Bidang Penaatan dan Laboratorium, Taman Lokea oleh Bidang Tata Lingkungan, Taman Pohon Sirih oleh Sekretariat, Taman Lohayong oleh Bidang Pengendalian, Taman Balela dan Taman Larantuka oleh Bidang PSLB3.

Dalam pelaksanaannya, para peserta membawa berbagai peralatan kerja bakti seperti sapu lidi, serokan, karung, dan penggaruk untuk membersihkan sampah, memangkas rumput, serta merapikan area taman. Selain itu, petugas penyapu jalan juga disebarkan ke setiap lokasi guna mendukung kelancaran kegiatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur, Servulus Satel Demoor, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

Menurutnya, perubahan iklim merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, menanam pohon, serta melestarikan sumber daya alam harus menjadi budaya yang terus ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, serta generasi muda untuk bersama-sama melakukan aksi nyata bagi lingkungan. Setiap pohon yang ditanam, setiap sampah yang dibersihkan, dan setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” kata Servulus.

Servulus mengatakan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 adalah sebuah ajakan bagi seluruh masyarakat agar terus menjaga kebersihan sungai, pantai, dan sumber air, mengurangi pencemaran lingkungan, serta melestarikan keanekaragaman hayati demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Mengusung semangat lokal Mari Torang Sesama Bua Bae Nagi Flores Timur, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bergandengan tangan membangun Flores Timur yang lebih hijau, bersih, sehat, aman, dan indah.

“Mari Torang Sesama Bua Bae Nagi Flores Timur. Saatnya Bekerja untuk Iklim, Menanam Pohon untuk Masa Depan,” ajak Servulus.

“Isu lingkungan adalah isu universal yang menjadi tanggungjawab kita bersama. Kegiatan bersih-bersih sampah boleh jadi dipandang sebagai tindakan sederhana. Namun, dari tindakan kecil ini adalah cara terbaik merehabilitasi kehidupan,” tandas Servulus.

Kegiatan kerja bakti ini ditutup dengan makan bersama yang dipusatkan di Taman Pohon Sirih sebagai simbol kebersamaan dan penguatan semangat gotong royong di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *